030282600 1767584734 830 556

Kemenag Pastikan Madrasah Terdampak Bencana di Sumbar Segera Pulih

JAKARTA — Musibah longsor dan banjir yang melanda Sumatera Barat mengakibatkan terhentinya proses belajar mengajar pada madrasah, proses belajar terhenti dikarenakan banyaknya sekolah yang rusak parah diterjang longsor dan banjir, untuk mengaktifkan kembali madrasah Kementerian Agama (Kemenag) telah bergerak cepat memastikan kesiapan fasilitas belajar mengajar di daerah Sumbar.

Dilansir dari laman republika.co.id Pemulihan ini menjadi prioritas utama guna menjamin hak pendidikan para siswa tetap terpenuhi meski di tengah keterbatasan pascabencana.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad (saat ini menjabat Dirjen Pendis 2026), menegaskan bahwa pemulihan satuan pendidikan tidak boleh tertunda. “Bantuan yang kami salurkan difokuskan pada pemulihan sarana dan prasarana. Tujuannya satu: madrasah harus segera beroperasi kembali agar peserta didik tidak kehilangan waktu belajar mereka,” ujarnya saat meninjau langsung kondisi MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah di Kabupaten Agam, Rabu (7/1/2026).

Kondisi di lapangan menunjukkan tantangan yang cukup berat, terutama di MTs Selasar Air yang bangunannya hanyut tak tersisa akibat terjangan banjir. Namun, semangat pendidikan tidak surut; saat ini proses KBM tetap berlangsung dengan memanfaatkan area masjid setempat sebagai ruang kelas sementara.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemenag telah menggelontorkan bantuan penanganan dampak bencana sebesar Rp6,4 miliar yang dialokasikan untuk 64 Madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) di seluruh Sumatera Barat. Setiap lembaga menerima bantuan senilai Rp100 juta yang difokuskan untuk rehabilitasi ringan, pengadaan alat peraga pendidikan, serta pemulihan lingkungan belajar yang terdampak.

Rincian penyaluran bantuan tersebut mencakup:

22 Madrasah Negeri dengan total Rp2,2 miliar.

29 Madrasah Swasta dengan total Rp2,9 miliar.

13 Raudhatul Athfal (RA) dengan total Rp1,3 miliar.

Di MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, dana tersebut langsung dikonversi untuk menyiapkan fasilitas belajar darurat yang layak. Abu Rokhmad menekankan bahwa Kemenag kini terus memperkuat sistem respons cepat kebencanaan di sektor pendidikan Islam, khususnya bagi wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.

“Madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh. Negara tidak hanya hadir saat masa darurat, tetapi juga mengawal pemulihan hingga tuntas dan tepat sasaran,” tegasnya.

Dirjen Pendis juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wali murid, masyarakat sekitar, dan relawan yang secara gotong royong membantu madrasah untuk bangkit.

Semangat kebersamaan inilah yang dianggap menjadi mesin penggerak utama sehingga fasilitas yang rusak bisa segera diperbaiki, baik melalui skema bantuan darurat maupun anggaran sarana prasarana reguler.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Zohran Mamdani 1

Mushaf Ottoman di Balik Sumpah Zohran Mamdani, Jejak Panjang Islam di New York

New York — Pelantikan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York City mencatatkan sejarah baru, …

Ulama perempuan

Ulama Perempuan Dinilai Strategis Perkuat Islam Moderat dan Tangkal Radikalisme

Yogyakarta — Ulama perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam menghadang penyebaran paham radikal sekaligus memperkuat …