Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Eddy Hartono, pada Kamis (2/10/2025) berkunjung ke Lapas Kelas I Semarang untuk bertemu Abu Rusydan, salah satu mantan amir Jemaah Islamiyah (JI) yang kini menjalani masa hukuman.
Eddy menegaskan, kunjungan ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan pembinaan berjalan bukan hanya dalam aspek hukum, tetapi juga keagamaan dan kebangsaan. “Negara hadir memberikan bimbingan, agar mereka bisa memperdalam kembali nilai-nilai kebangsaan, keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, serta mendapat bekal kewirausahaan untuk kehidupan setelah bebas,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/10/2025).
Menurut Eddy, perjalanan taubat para mantan anggota kelompok terlarang harus didampingi dengan pendekatan spiritual agar mereka dapat benar-benar kembali kepada jalan yang lurus. Kunjungan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari ikrar kembalinya eks-JI kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dideklarasikan pada Desember 2024.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Chandran Lestyono, menambahkan bahwa Abu Rusydan telah menunjukkan iktikad baik dengan meninggalkan jalan kekerasan. “Alhamdulillah, beliau berkomitmen JI sudah dibubarkan dan kembali ke pangkuan NKRI. Selama di lapas, perilakunya baik dan mencerminkan kesadaran penuh untuk bertobat,” kata Chandran.
Ia menilai capaian ini merupakan buah dari sinergi antara BNPT, pihak lapas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pembinaan keagamaan maupun sosial. “Progresnya sangat baik. BNPT istiqamah melakukan pendampingan, dan tim lapas terus membimbing sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, juga menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, pembinaan narapidana terorisme tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan berbagai pihak. “Dengan kolaborasi dan doa bersama, kita berharap mereka sungguh-sungguh kembali ke NKRI dan menjadi muslim yang bermanfaat bagi bangsa,” ucapnya.
Kunjungan BNPT ke Abu Rusydan menegaskan bahwa deradikalisasi bukan hanya soal keamanan, tetapi juga soal membimbing hati dan pikiran agar mantan napiter kembali pada ajaran Islam yang damai serta dapat berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah