Dilansir dari laman republika.co.id Dewan Perdamaian (Board of Peace/ BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump adalah cara Amerika dan Israel menghadapi tekanan global.
Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Profesor Sudarnoto Abdul Hakim saat diskusi Board of Peace: Politik Luar Negeri Indonesia dan Nasib Gaza di Menara Tanwir PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (28/1/2026)
Sudarnoto mengatakan, Dewan Perdamaian adalah bagian dari siasat Amerika. Juga terkait dengan sejarah panjang tahun 1948, sebagaimana diketahui ada pengusiran, perang dan lain sebagainya. Sampai sejarah 7 Oktober 2023 hingga hari ini.
“7 Oktober itu, saya ingin mengatakan adalah runtuhnya mitos kedigdayaan Israel, tapi (peristiwa) itu bikin marah Amerika dan Israel,” kata Sudarnoto.
Setelah peristiwa 7 Oktober 2023, Israel melakukan genosida yang kian masif di Gaza. Membunuh anak-anak dan wanita serta warga sipil lainnya.
“Kemudian gencatan senjata, beberapa kali gencatan senjata, Hamas oke (sepakat dengan gencatan senjata), tapi (Hamas) selalu dikhianati (Israel saat gencatan senjata),” ujarnya.
Sudarnoto menegaskan, saat gencatan senjata, warga Gaza tetap dibunuh oleh Israel. Sekarang, setelah adanya Dewan Perdamaian, coba hitung berapa warga Gaza yang tetap dibunuh Israel.
Donald Trump bersama Dewan Perdamaian juga bungkam ketika Israel tetap membunuh warga Gaza. Tidak ada pemihakan dari Donald Trump bersama Dewan Perdamaian.
“Yang ingin saya katakan (Dewan Perdamaian) itu adalah skenario Donald Trump, Amerika dan Israel ketika global pressure (tekanan global menguat) kepada dua negara itu sehingga tersingkir secara global dalam konteks diplomasi dan politik,” ujar Sudarnoto.
Bukti Amerika dan Israel tersingkir, Sudarnoto mengungkapkan, 157 negara anggota PBB mengakui Palestina. Kemudian, International Court of Justice (ICJ) atau Mahkamah Internasional sudah membuat fatwa untuk menghukum Israel karena telah melakukan okupasi dan genosida yang mengerikan.
Selain itu, dikatakan Sudarnoto, mahasiswa di berbagai negara bergerak melakukan demonstrasi membela Palestina. Bahkan demonstrasi terjadi di berbagai wilayah Amerika hingga Donald Trump pusing. Ditambah walikota baru di Amerika pro Palestina.
“Jadi Donald Trump itu merasa telah terbakar tapi sebelum ia terbakar habis akan membakar siapa saya yang dia anggap sebagai anti smith,” ujarnya.
Sudarnoto menambahkan, Donald Trump lewat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) membuat kebijakan untuk memantau dan memerangi antisemit.
Siapapun yang membela Palestina disebut antisemit. Jadi dengan projek ini, Amerika ingin menghentikan gerakan perlawanan terhadap Israel.
Sementara itu, di lokasi terpisah, jumlah korban gugur di Jalur Gaza terus meningkat hingga mencapai 71.662 orang sejak awal agresi Israel pada Oktober 2023, meski gencatan senjata sudah diberlakukan mulai 11 Oktober.
Sedikitnya 171.428 orang lainnya juga terluka dalam serangan Zionis. Sebagian besar dari korban adalah perempuan dan anak-anak.
Jumlah korban ini kemungkinan terus bertambah lantaran banyak warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan dan belum dapat dijangkau oleh ambulans maupun tim penyelamat.
Menurut sejumlah laporan medis, dalam 24 jam terakhir, dua orang tewas dan sembilan lainnya terluka akibat tembakan Israel.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober, jumlah korban tewas dan luka-luka masing-masing telah mencapai 488 dan 1.350 orang. Sedikitnya 714 jasad juga telah ditemukan dari bawah reruntuhan.
Seorang bayi berusia dua belas hari juga meninggal di Rumah Sakit Al-Rantisi akibat cuaca dingin ekstrem, sehingga jumlah kematian anak akibat kedinginan sejak awal musim dingin menjadi 11 orang.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah