ketua ikatan gus gus indonesia iggi ahmad fahrur rozi
ketua ikatan gus gus indonesia iggi ahmad fahrur rozi

PBNU Risih Terdakwa Gunakan Atribut Keagamaan Hanya Saat Sidang: Itu Pelecehan

Jakarta – Penggunaan atribut keagamaan ketika seseorang menjalani persidangan seolah menjadi pemandangan biasa sekarang ini, namun sejatinya banyak tokoh dan ormas yang risih dengan penampilan seseorang yang menjadi terdakwa kemudian mengenakan atribut agama seperti jilbab dan kopiah, hal yang membuat risih adalah penggunaan jilbab dan kopiah secara tiba-tiba ketika sang terdakwa menjalani persidangan.

Sebenarnya tidak ada yang melarang penggunaan aksesoris keagamaan, namun persoalan ini menjadi perhatian ketika seorang terdakwa korupsi mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari tetiba mengenakan hijab, namun ketika bebas tidak lagi mengenakan pakaian keagamaan.

Fenomena terdakwa menggunakan atribut keagamaan hanya di persidangan menjadi sorotan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan fenomena tersebut.
“Ya, itu yang sejak lama kita menyesalkan pemakaian hijab dan kopiah haji untuk terdakwa di persidangan, sebagai aksesoris saja, saya setuju seharusnya dilarang,” ujar Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) seperti dilansir dari laman detik.com, Selasa (6/9/2022).

Dia menyinggung Jaksa Agung ST Burhanuddin yang pernah mengimbau agar terdakwa tidak mendadak pakai atribut keagamaan saat sidang. Fahrur meminta agar atribut keagamaan, termasuk hijab, tidak dikenakan hanya untuk pencitraan.

“Janganlah atribut agama dipakai pencitraan, seakan semua terdakwa muslim yang taat, itu pelecehan namanya,” imbuh Fahrur.

Fahrur menilai terdakwa seharusnya bersikap sopan apa adanya seperti pada umumnya. Ia heran siapa pihak yang memberikan atribut keagamaan kepada para terdakwa.

“Saya merasa risih lihat pemakaian atribut itu dan tidak etis, apalagi untuk kasus kejahatan korupsi, pemerkosaan dan lain-lain,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ada yang berbeda dari penampilan mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari yang bebas bersyarat kemarin (6/9). Pinangki kini tak lagi mengenakan hijab seperti saat dirinya menghadiri persidangan.

Pinangki keluar LP kelas II-A dengan pakaian kasual. Ia memakai baju hitam dengan motif putih.

Tampak pula Pinangki memakai riasan wajah minimalis. Alisnya tampak ditebalkan dengan pensil alis. Selain itu, ia tampil dengan masker hitam.

Padahal, selama mengikuti persidangan, Pinangki memakai hijab syari. Bahkan beberapa kali mengenakan gamis.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Ratusan eks anggota NII Garut kembali baca dua kalimat syahadat dan ikrar setia kembali ke NKRI

Tobat, Ratusan Eks NII Garut Baca Syahadat Lagi dan Ikrar Setia Kepada NKRI

Garut – Ratusan eks pengikut Negara Islam Indonesia (NII) di Garut, Jawa Barat, melakukan pertobatan …

penceramah radikal

Jangan Heran Sudah Diprediksi Nabi, Sering Bikin Gaduh dengan Fatwa tanpa Ilmu

Terkadang kita susah membedakan antara ulama yang fasih ilmu fikih dengan hanya penceramah. Banyak pula …

escortescort