Salah satu anak yang dibaiat ISIS saat islah dan kembali ke orang tuanya
Salah satu anak yang dibaiat ISIS saat islah dan kembali ke orang tuanya

Pendekatan Humanis, Penguatan Wawasan Kebangsaan & Pemahaman Agama Yang Benar Solusi Tangani Radikalisme di Kalangan Generasi Muda

Jakarta – Pendekatan humanis serta penguatan wawasan kebangsaan dan pemahaman agama yang baik, benar, dan moderat, menjadi cara terbaik untuk mengatasi masalah generasi muda yang terpapar radikalisme. Hal itu dikatakan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meyikapi kasus dibaiatnya anak-anak muda di Garut oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII).

“Pemerintah harus serius menangani masalah ini. Kita juga harus menyikapinya dengan cara yang bijaksana melalui pendekatan yang humanis. Mereka juga harus diberikan penguatan wawasan kebangsaan dan pemahaman agama benar dan moderat,” kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Mantan Ketua Umum PSSI itu menyebut para pemuda memerlukan ruang untuk berekspresi, sehingga diperlukan wadah bagi mereka untuk menyalurkan imajinasi ke arah yang positif dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa ke depan.

“Pemuda memerlukan ruang eksistensi yang dapat memberikan makna yang mendalam bagi dirinya. Maka, negara harus memfasilitasi agar ruang eksistensi para pemuda menemukan jalan yang benar dan tidak keliru,” ungkap LaNyalla.

Kendati menyarankan pendekatan humanis, LaNyalla meminta agar isu semacam ini tidak dianggap sepele. Menurutnya, isu tersebut perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak agar tak semakin banyak pemuda terjebak dalam pemahaman keliru.

“Permasalahan ini selain ancaman, juga merupakan tantangan. Jika kita salah dalam menangani dan melakukan pendekatan, maka hal ini bisa menjadi api dalam sekam dan membahayakan keutuhan bangsa,” tutur LaNyalla.

Saat ini, aparat kepolisian bersama MUI, P2TP2A, Kesbangpol dan KPAI tengah berupaya menyelidiki kasus ini. LaNyalla berharap agar masalah tersebut dapat segera ditangani dengan baik sehingga paham-paham yang berpotensi merusak keutuhan dan persatuan bangsa tak mempengaruhi para generasi muda.

“Harus mendapat perhatian serius secara holistik bagaimana generasi penerus bangsa ini bisa diarahkan kepada hal-hal positif sebagai wadah penyaluran ekspresi mereka,” ungkap LaNyalla.

Baca Juga:  Begini Tanggapan KH Maruf Amin Terkait Pengunduran Diri KH Miftachul Akhyar dari Ketum MUI

Seperti diketahui, sebanyak 59 remaja dan pemuda asal Sukamentri, Garut dilaporkan telah dibai’at oleh kelompok radikal Negara Islam Indonesia (NII). Rata-rata usia mereka berada pada kisaran 15-20 tahun.

Sejumlah orang tua mereka pun telah melapor kepada pihak berwajib. Para pemuda tersebut mengkafirkan orang-orang yang berada di luar kelompok mereka setelah mengikuti pengajian NII. Mereka juga menuduh pemerintah thogut.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dir Cegah BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid di Universitas Pembangunan Panca Budi

Doktrin Kelompok Radikal Selalu Benturkan Agama dan Budaya, Agama dan Pancasila

Medan – Radikalisme adalah paham yang menjiwai semua aksi terorisme. Mereka selalu mendoktrin, membenturkan agama …

ilustrasi al quran

Khutbah Jumat – Menjalani Kehidupan Dalam Tuntunan Agama

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …