Jakarta – Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap tiga terduga teroris di Jalan Langsep, Kelurahan Sisir, Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Rabu (31/7/2024). Para terduga pelaku itu disinyalir tengah berencana melakukan aksi bom bunuh diri di beberapa rumah ibadah.
Salah seorang terduga teroris berinisial HOK (19) disebut sebagai pendukung kelompok ISIS dan simpatisan Daulah Islamiyah.
Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh, Aceh, Al Chaidar menyebut Daulah Islamiyah merupakan kelompok baru yang berasal dari mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Seperti diketahui, Al-Jamaah Al-Islamiyah (JI) menyatakan membubarkan diri dalam sebuah deklarasi di Bogor beberapa waktu lalu. Enam poin deklarasi kembali ke setia ke NKRI itu, ditandatangani 16 petinggi JI antara Para Wijayanto, Abu Rusydan, Zarkasih, Abu Dujana, dan lain-lain.
Al Chaidar mengungkapkan bahwa anggota Daulah Islamiyah itu adalah eksistensi dari JAD.
“Eksistensi dari kelompok JAD yang ada di Indonesia, tapi sebenarnya jaringan yang lamanya itu adalah jaringan Jamaah Islamiyah, mereka enggak mau memakai nama JAD lagi karena orang-orang lamanya yang sudah memberikan banyak sumber dayanya, jaringannya, modal sosialnya itu tidak suka dengan JAD,” kata Chaidar dikutip dari CNNIndonesia.com.
Menurut Al Chaidar, saat JAD dulu dipimpin Aman Abdurrahman, mereka sering tidak sepakat. Akhirnya mereka setuju untuk memakai yang baru yaitu namanya Daulah Islamiyah.
Saat JI memutuskan membubarkan diri, kata Chaidar, para petinggi kelompok ini sepertinya lupa mengunci kader mereka yang masih tergolong baru gabung. Akhirnya, para kader ini pun mencari aliansi baru.
“Ketika Jamaah Islamiyah dibubarkan, mereka menjadi aliansi baru, grup baru, induk semang baru, akhirnya ketemu dengan nama baru yang mereka buat. Yang sudah mereka buat adalah Daulah Islamiyah,” katanya.
Al Chaidar menyebut kelompok Daulah Islamiyah ini langsung terbentuk tak lama setelah JI resmi membubarkan diri. Menurutnya, kelompok ini mulai bergerak di sekitar Jawa Tengah, Jawa Timur.
Chaidar membeberkan kelompok Daulah Islamiyah memang berafiliasi dengan ISIS. Sebab, mereka tak lagi bisa menemukan jejak-jejak Al-Qaeda.
“Iya, berafiliasi dengan ISIS karena mereka sudah tidak menemukan lagi jejak-jejak kelompok Al-Qaeda, sudah dihapus semua, mereka mencari induk semang baru namanya ISIS,” kata dia.
Chaidar mengungkapkan, kelompok Daulah Islamiyahi perlu diwaspadai. Sebab, ini merupakan penggabungan kekuatan antara JI dan JAD.
“Karena akan mungkin menggunakan kemampuan JI yang bisa merakit bom high explosive, karena JAD kan enggak ada yang mampu membuat bom high explosive, cuma JI yang mampu,” tandasnya.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah