Laurent Sourisseau
Laurent Sourisseau

Pengelola Charlie Hebdo Tak Pernah Menyesal Terbitkan Ulang Kartun Nabi Muhammad

Paris – Pengelola majalah satire Prancis, Charlie Hebdo tidak pernah menyesal telah menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad SAW. Direktur dan editor Charlie Hebdo Laurent Sourisseau dalam pernyataanya di pengadilan, Rabu (9/9/2020).

Laurent Sourisseau menjadi sasaran pembantaian oleh para pria bersenjata pada Januari 2015 karena kartun yang memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia tersebut.  Para pelaku utama pembantaian di kantor majalah telah tewas di tangan pasukan keamanan Prancis kala itu. Namun, sebanyak 14 tersangka kaki tangan para penyerang diadili di Paris atas pembantaian 7-9 Januari 2015 di kantor Charlie Hebdo dan sebuah supermarket Yahudi yang menyebabkan total 17 orang tewas dan mengejutkan negara itu.

Para pendukung Charlie Hebdo memandang penerbitan kartun tahun 2015 sebagai kebebasan pers. Namun, para kritikus menganggap majalah itu melanggar batas ketika menerbitkan karikatur Nabi Muhammad pada tahun 2006, yang memprovokasi kemarahan umat Islam di seluruh dunia.

“Saya tidak ingin bergantung pada kesewenang-wenangan fanatik yang gila,” kata Sourisseau yang dikenal sebagai “Riss” dan terluka parah di bahu dalam serangan 2015.

“Tidak ada yang disesali karena telah menerbitkan kartun itu,” ujarnya, yang dilansir AFP, Kamis (10/9/2020).

“Yang saya sesali adalah melihat betapa sedikit orang yang berjuang untuk mempertahankan kebebasan. Jika kita tidak memperjuangkan kebebasan kita, kita hidup seperti budak dan kita mempromosikan ideologi yang mematikan.”

Sepuluh orang tewas di dalam kantor Charlie Hebdo termasuk Jean Cabut, yang dikenal sebagai Cabu, 76, Georges Wolinski, 80, dan Stephane “Charb” Charbonnier, 47, yang termasuk di antara kartunis paling terkenal di Prancis.

Sourisseau, 53, yang menggantikan Charb sebagai kepala penerbitan, menegaskan bahwa kebebasan bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit.

“Kami tumbuh tanpa membayangkan bahwa suatu hari kebebasan kami akan dipertanyakan,” katanya.

Sourisseau sekarang hidup di bawah perlindungan sepanjang waktu. “Ini seperti saya menjalani tahanan rumah,” katanya.

Charlie Hebdo minggu lalu kembali menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad, yang memicu kecaman baru dari negara-negara Muslim seperti Indonesia, Iran, Pakistan dan Turki.

“Jika kami melepaskan hak untuk menerbitkan kartun ini, itu berarti kami salah sejak awal,” kata Sourisseau.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

sekjen mui anwar abbas  200108191407 353

MUI: Hiburan Biduan Usai Isra Mi’raj di Banyuwangi Tak Hormati Nilai-Nilai Keagamaan

Jakarta — Aksi hiburan biduan yang digelar di panggung peringatan Isra Mi’raj di Banyuwangi, Jawa …

keutamaan bulan sya'ban

Bulan Sya’ban Segera Tiba: Bulan yang Sering Dilupakan, Tapi Dicintai Rasulullah

Tanpa terasa, umat Islam akan segera memasuki bulan Sya’ban pada 20 Januari 2026. Bulan ini …