Makkah – Video jamaah haji meninggal dunia di jalanan viral di media sosial. Video itu memperlihatkan jamaah haji meninggal dunia saat sedang mabit di Mina.Ddinarasikan banyak jenazah jamaah haji yang meninggal dunia akibat cuaca ekstrem.
Media asal Inggris Guardian mengkonfirmasi kabar itu. “Beberapa jamaah menceritakan melihat mayat tak bergerak di pinggir jalan dan layanan ambulans terkadang tampak kewalahan,” bunyi berita Guardian.
Dalam laporan itu disebutkan ada sekitar 550 jamaah telah meninggal selama ritual ibadah haji. Mereka wafat di tengah ibadah yang amat melelahkan dan panasnya suhu pada tahun ini. Menurut Guardian, setidaknya 323 dari jamaah yang meninggal adalah warga Mesir. Sebagian besar dari mereka menderita penyakit yang berhubungan dengan panas. Kabar itu didapat dari dua diplomat Arab yang mengoordinasikan tanggapan negara mereka.
Menanggapi video itu, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief menegaskan bahwa jenazah-jenazah yang tergeletak di jalanan itu bukan jamaah haji Indonesia.
“Jumlah jamaah yang wafat banyak, tapi tak sebanyak tahun lalu. Tapi video yang tersebar itu bukan terkait dengan jamaah kita,” ujar Hilman saat diwawancara di Makkah, Kamis (20/6/2024).
Dengan baredarnya video itu, pemerintah Arab Saudi diduga kurang responsif dalam menangani jamaah yang sudah meninggal dunia ketika menjalani wukuf di Mina. Sementara, menurut Hilman, petugas haji Indonesia selalu siap siaga di beberapa tempat di Mina untuk melayani jamaah haji Indonesia.
“Ada dugaan jamaah dibiarkan. Yang ada petugas haji kita full team. Ada beberapa spot di sana dan langsung ditangani,” ucap Hilman.
Dia mengatakan, jamaah haji Indonesia memang ada yang wafat. Namun, jamaah haji Indonesia yang wafat dalam penanganan yang baik oleh tim kesehatan.
“Jamaah kita yang wafat di Mina ada 27 jamaah, ada yang wafat di tenda setelah kecapekan atau setelah jumrah. Ada juga yang di KKHI,” kata Hilman.
“Jadi konteksnya tidak sesuai dengan di video yang banyak tergeletak,” jelas dia.
Hilman menambahkan, tim kesehatan dan Satgas Khusus telah bekerja keras untuk menangani jamaah haji Indonesia yang wafat. Karena itu, menurut dia, tidak benar jika video viral itu dikaitkan dengan jamaah haji Indonesia.
“Baik yang wafat di Jamarat atau di Mina ditangani tim kesehtaan dan satgas khusus di KKHI. Ada juga yang ke rumah sakit,” ujar Hilman
Sementara itu Kabid Kesehatan Haji Kemenkes dr Indro Murwoko mengatakan, selama ini dari laporan tenaga kesehatan yang ada di lapangan, jamaah yang sakit yang kemudian ditemui atau pun pingsan selalu dilakukan treatment dan dilakukan tindakan.
“Kemudian dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang terdekat,” kata dia.
Sejauh ini, Indro memastikan pihaknya tidak mendapatkan laporan jenazah jamaah haji Indonesia yang telantar.”Kalau diberitakan hanya ditutupi kain ihram gitu ya, itu kita tidak mendapatkan laporan-laporan itu,” katanya.
Indro menegaskan semua jamaah haji Indonesia baik sakit atau wafat yang ditemui oleh petugas kesehatan dipastikan ditangani sesuai prosedur. Semua yang ditemui oleh tenaga kesehatan Insya Allah dilakukan tindakan medis.
“Dan kalau membutuhkan tindakan yang lebih lagi maka dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat baik di Pos Kesehatan Arafah Mina maupun di Rumah Sakit Arab Saudi yang ada di sekitar situ,” ucapnya.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah