pemantauan hilal di sejumlah kota
pemantauan hilal di sejumlah kota

1 Ramadhan Kemungkinan Tidak Sama, Kemenag Imbau Masyarakat Saling Hargai

Jakarta – Awal masuknya bulan Ramadhan tahun 2022 kemungkinan akan berbeda antara Pemerintah dengan Muhammadiyah. Pemerintah baru akan melaksanakan sidang Isbat pada 1 April 2022 setelah mendapatkan laporan dari beberapa titik pengamatan hilal. Sedangkan Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa akan jatuh pada 2 April 2022.

Badan Riset Nasional (BRIN) juga telah mengeluarkan hasil pengamatan bahwa kemungkinan awal Ramadhan akan masuk pada tangal 3 April meski demikian pihak BRIN tetap akan melihat penampakan hilal terlebih dahulu.

Terjadinya perbedaan antara Pemerintah dan Muhammadiyah bukanlah suatu persoalan karena memang metode yang digunakan berbeda dan sama-sama mempunyai kekuatan hukum agama sehingga masyarakat tidak perlu memperdebatkanya, cukup dengan mengikuti mana yang lebih diyakini dan khusu’ dalam menjalankan ibadah puasa.

Dirjen Bina Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengimbau umat Islam saling menghargai bila awal Ramadan 1443 Hijriah tahun ini tak serentak antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Hal itu ia sampaikan merespons prediksi dari Badan Riset Nasional (BRIN) yang mengatakan 1 Ramadan 1443 H dari pemerintah akan berbeda dengan Muhammadiyah.

“Kalaupun terjadi perbedaan, kita berharap kita tetap bisa saling memahami dan menghargai,” kata Kamaruddin seperti dikutip dari laman CNNIndonesia.com, Jumat (25/3).

Kamaruddin tak menampik perbedaan awal Ramadan bisa terjadi. Namun, Ia tak mau berspekulasi lebih lanjut terkait hal tersebut. Sebab, Kemenag harus menunggu sidang isbat penentuan awal Ramadan 1443 yang digelar pada 1 April 2022.

“Sidang itu nanti akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama dan akan dihadiri oleh MUI dan ormas-ormas Islam yang lain,” kata Kamaruddin.

Sebelumnya, Pakar Riset Astronomi-Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin memperkirakan pelaksanaan awal puasa Ramadan 1443 Hijriah tahun ini tidak berjalan secara serentak.

Baca Juga:  Masih Pandemi, NU dan Muhammadiyah Ajak Umat Rayakan 1 Muharram Dengan Muhasabah, Kesederhanaan, dan Kepedulian

Diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 2 April 2022. Thomas memprediksi pemerintah kemungkinan mengawali puasa pada 3 April karena didasarkan pada metode rukyat atau pengamatan hilal.

Ia menjelaskan pada 1 April 2022 sore, hilal potensial belum bisa diamati. Karenanya 1 Ramadan1443 H akan jatuh pada 3 April.

Ia menjelaskan sebetulnya posisi hilal telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal pada 2 April 2022 di Jawa bagian barat karena sudah masuk ketinggian 2 derajat.

Meski demikian, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menggunakan kriteria baru dalam penentuan awal bulan Hijriah mulai tahun 2022. Yakni ketinggian hilal harus 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Hal itu mengacu hasil kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

“Posisi bulan di Indonesia [pada 1 April] tingginya kurang dari 3 derajat dan elongasinya kurang dari 6,4 derajat. Hilal tidak mungkin teramati. Jadi, dengan kriteria baru MABIMS, yang dikaitkan dengan potensi rukyatul hilal, awal Ramadhan 3 April,” kata Thomas.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Syeikh Yusuf Al Qaradhawi

Innalillahi… Cendekiawan Islam Syeikh Yusuf Al Qaradhawi Wafat

Jakarta – Dunia Islam kembali kehilangan salah satu cendekiawan terbaiknya. Cendekiawan Islam dan Presiden Pendiri …

Masjid di Nigeria diserang teroris bersenjata saat digelar Salat Jumat

Salat Jumat Diserang Teroris Bersenjata di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Abuja- Aksi biadab terjadi di di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut, Jumat (23/9/2022). Sebuah …