surat perjanjianpernyataan orang tua wali murid sebelum titipkan anaknya di ponpes gontor
surat perjanjianpernyataan orang tua wali murid sebelum titipkan anaknya di ponpes gontor

Begini Isi Surat Pernyataan Wali Murid Sebelum Masuk Gontor, Simak Poin Ketiga

Ponorogo – Sebuah surat pernyataan beredar secara viral ditengah masyarakat, diduga merupakan surat pernyataan orangtua wali murid yang memondokkan putra/putri mereka di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Dalam point-point perjanjian tersebut memang disebutkan tidak melibatkan pihak luar jika terdapat permasalahan.

Ada 6 poin pernyataan/perjanjian di dalam surat yang disebut-sebut harus ditandatangani oleh orang tua santri yang menitipkan anak-anaknya menempuh pendidikan di PMDG.
Surat pernyataan/perjanjian yang beredar viral di tengah kasus kematian santri asal Palembang itu jadi perhatian warganet. Terutama pada klausul tertentu yang cukup kontroversial.

Berikut ini 6 poin isi surat pernyataan/perjanjian yang viral tersebut:
1. Percaya sepenuhnya kepada kebijaksanaan Ponpes Modern Darussalam Gontor beserta pembantu-pembantunya

2. Mendukung sunnah dan displin yang berlaku d Ponpes Modern Darussalam Gontor dan tidak menuntut segala tindakan dengan risiko apapun yang diberikan oleh atau atas nama pimpinan Ponpes Modern Darussalam Gontor

3. Tidak melibatkan pihak luar pondok aparat kepolisian hukum dll dalam menyelesaikan urusan Ponpes Modern Darussalam Gontor

4. Tidak akan mencampuri sistem pendidikan dan pengajaran maupun urusan manajemen dan administrasi yang telah ditetapkan oleh pimpinan Ponpes Modern Darussalam Gontor

5. Memenuhi segala kewajiban yang ditetapkan pimpinan Ponpes Modern Darussalam Gontor

6. Melunasi semua pembayaran sekolah dan makan sebelum ujian pertengahan tahun akhir.

Ada pun poin yang menjadi perhatian banyak warganet adalah poin ketiga 3 pernyataan/perjanjian tersebut. Yakni bahwa orang tua harus sepakat tidak melibatkan pihak luar pondok termasuk polisi.

Mengenai surat pernyataan/perjanjian itu detikJatim telah berupaya melakukan verifikasi dan konfirmasi kepada pengurus ponpes. Salah satunya dengan menghubungi salah satu ustaz pengurus ponpes. Namun hingga saat ini yang bersangkutan belum merespons.

Menanggapi soal surat pernyataan/perjanjian itu, Kepala Kemenag Ponorogo Moh Nurul Huda mengatakan pihaknya tidak bisa melakukan intervensi. Sebab, itu merupakan pernyataan/perjanjian antara kedua belah pihak.

“Sementara ini kami mendapatkan surat beredar kemana-mana dan memang diakui oleh wali santri,” tutur Huda kepada wartawan, seperti dilansir dari laman detik.com Jumat (9/9/2022).

Menurutnya, dirinya hanya selaku mitra ponpes. Di Ponorogo setidaknya ada 101 Ponpes. Sehingga ketika ada pernyataan/perjanjian atau pernyataan antara wali santri dengan pihak pondok pihaknya tidak bisa ikut campur.

“Kami tunggu instruksi. Laporan ke atas tidak ada instruksi lebih lanjut,” terang Huda.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Ratusan eks anggota NII Garut kembali baca dua kalimat syahadat dan ikrar setia kembali ke NKRI

Tobat, Ratusan Eks NII Garut Baca Syahadat Lagi dan Ikrar Setia Kepada NKRI

Garut – Ratusan eks pengikut Negara Islam Indonesia (NII) di Garut, Jawa Barat, melakukan pertobatan …

penceramah radikal

Jangan Heran Sudah Diprediksi Nabi, Sering Bikin Gaduh dengan Fatwa tanpa Ilmu

Terkadang kita susah membedakan antara ulama yang fasih ilmu fikih dengan hanya penceramah. Banyak pula …

escortescort