Warga Garut memanen hasil buminya (Foto: Fradita Utama/detikcom)
Warga Garut memanen hasil buminya (Foto: Fradita Utama/detikcom)

Begini Pengakuan Warga Garut Sempat Terpapar Radikalisme, Surga Rp 25 Ribu, Mubadzir Menolong Yang Bukan Kelompoknya

Garut – Wilayah Garut, Jawa Barat menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, wilayahnya yang sejuk dengan pemandangan alam yang indah menjadi daya tarik tersendiri, jangan lupa Garut juga menjadi identik dengan pangkas rambut yaitu pangkas rambut Asgar (asli garut). Namun siapa sangka, kelompok radikal malah memanfaatkan potensi wisata Garut untuk menyebarkan pahamnya

Dilansir dari laman detik.com Selasa, (09/08/22). Radikalisme telah menyusup di wilayah pariwisata Garut selatan. Dua orang yang terpapar memberi penjelasan soal aktivitas terlarang itu.
Mereka adalah warga Desa Mekarwangi, Cibalong, Garut. Bukan rahasia lagi jika Islam radikal menyaru dalam aktivitas pariwisata Garut. Ajakan untuk bergabung dengan Islam radikal tidak kentara, tetapi nyata.

Salah satu warga yang terpapar adalah seorang ustaz. Dia Ustaz Agus.

Pada awalnya, ia mengikuti pengajian dan masuk ke kelompok itu karena kesal diajak terus menerus hingga akhirnya ingin tahu.

“Dia masukin paham tentang pembaiatan. Saya sebenernya masuk dibaiat enggak dengan ikhlas, sebab saya kesal karena diajak terus,” kata dia di minggu pertama Agustus 2022 lalu.

“Sedang tiga teman sudah masuk dan saya ingin tahu apa tujuannya. Ternyata di dalamnya banyak yang janggal,” kata dia.

Beruntung, dasar Islam yang dianut Agus terbilang baik. Ia tahu mana yang baik dan yang tidak.

“Saya kan punya filter, dasar di agama, jadi mana yang salah dan benar sudah bisa menilai, terus ada yang janggal bisa membedakan. Nah, ternyata itu menyimpang,” kata dia.

“Yang dibilang menyimpang, kita berbuat pada siapapun kalau di ajaran ahli sunnah wal jamaah. Kalau di situ, ajaran baiat, menolong apalagi ngasih dibilangnya mubazir kepada yang tidak pernah bersyahadat (tidak dalam kelompoknya),” kata dia.

“Kalau kita nolong orang akan hampa karena belum seperti saya. Itu bagi saya janggal. Kedua, kalau ingin menegakkan hukum Islam di Indonesia. Pernah mendengar orang baiat sudah melebihi jumlah TNI, itu kan makar tujuannya kalau sudah dibandingkan,” kata dia.

Agus mengaku ikut pembaiatan pada 11 tahun yang lalu. Begitu tahu ada yang janggal Ia lalu mundur pelan-pelan dan menjadi anggota yang non aktif.

Salah satu yang paling mencolok adalah tiket masuk surga senilai Rp 25 ribu. Bagaimana pengalaman Ustaz Agus?

Dia bilang pernah diajak berkurban ayam sampai telur. Tapi, ia menampik akan adanya ajakan infak Rp 25.000 bisa masuk surga.

“Saya pernah menyumbang infak Rp 25 ribu. Per bulan atau tergantung rezeki kita seberapa gedenya. Umpamanya dapat Rp 1 juta maka infaknya Rp 25 ribu,” kata dia.

“Itu infak 25 ribu masuk surga? Nggak pernah denger saya. Tapi, kalau infak itu diwajibkan sesuai penghasilannya. Itu wajib ke kelompok mereka,” kata dia.

“Contoh, untuk zakat fitrah harus ke kelompok itu. Kalau ke masjid terserah, yang penting ke kelompoknya dia dulu. Kurban, kita dimintanya ayok, mampu kurban sapi ya sapi, kambing boleh, nggak mampu kurbannya ayam, tapi dengan catatan nggak dikasih ayam tapi duitnya,” kata dia.

“Nggak mampu ayam ya dikasih telor. Bukan telornya dikasih tapi duit setara itu. Kita lalu pertanyakan kurban sampai ayam dan telor, itu nggak boleh nanya, yang penting taat sama pimpinan,” kata dia tanpa memberi tahu siapa pemimpinnya.

“Janggal kan. Pada intinya mereka ngumpulin duit, tapi kita nggak boleh tanya semua itu,” kata dia.

Agus mengaku tidak diiming-imingi apapun ketika masuk ke kelompok Islam radikal itu. Namun, katanya ada yang dipinjami modal dari pengumpulan infak tadi meski tidak transparan.

“Waktu pertama tidak ada. Tapi, setelah masuk ada yang dikasih modal tapi saya nggak pernah. Ada yang dikasih pinjaman modal dari infak itu, dikumpulin, dan ada yang dikasih,” kata dia.

“Saya dengar-dengar ada yang dikasih pinjam untuk usaha, tapi belum pasti dan ada kabarnya,” dia menjelaskan.

Ia juga menjabarkan adanya kajian atau pertemuan aneh selama masuk di kelompok radikal ini. Hingga pada saatnya ia keluar hingga menyebabkan perang SMS.

“Waktu itu ada kumpul, bukan pengajian rutin ya, kumpul di satu rumah. Masuk ke dalam dan ngumpet-ngumpet. Kalau ada korden akan ditutup, kita dikasih materi di dalam,” kata dia.

“Sampai di dalam itu dijaga dari luar. Ada yang jaga di luar. Waktu saya keluar itu sampai perang SMS, pada zaman dulu,” kata dia.

Agus kini bisa lega karena sudah kembali ke NKRI yang diperantarai KUA. Ia mengaku sudah tidak mengakui kelompok itu sejak dari dulu dan setelah diajak deklarasi ia merasa senang.

“Sekarang ada yang senang karena sudah deklarasi karena tidak dikaitkan lagi. Karena rasa malu. Sebenarnya ikut itu malu tapi ingin tahu apa maksud dan tujuannya,” kata dia.

Cerita lainnya datang dari Dayat Sudayat, warga kampung sama. Di kesempatan yang sama dengan narasumber pertama, ia mengaku hanya ikut acara kelompok Islam radikal Garut selama satu jam saja.

“Saya nggak tahu apapun. Cuma satu jam dan nggak ikutan lagi. Sekarang yang ikut di kampung ini sudah nggak ada masalah. Jadi teman saya yang lain tidak tahu tujuannya,” kata dia.

“Saya sempat bilang syahadat lagi. Di sini lokasinya, sudah lama, ada setahun yang lalu. Saya dengar ajaran satu jam ada penyimpangan, kenapa ada begini-begini dan saya keluar dari perkumpulan itu,” kata dia.

Soal sumbangan, Dayat mengaku belum melakukannya. Tapi, ia mengaku menjadi salah satu orang yang didoktrin infak Rp 25 ribu bisa masuk surga.

“Nggak saya mah. Nggak sama sekali. Yang lain ada. Karena ada kejadian kayak gitu saya dibimbing lah sama ulama-ulama di sini agar lebih bagus agar jangan ke sana lagi karena bertentangan dengan hukum NKRI,” kata dia.

“Penyimpangannya itu menurut saya kenapa berinfak Rp 25.000 harus ke situ. Nah itu, ngerti. Kenapa iuran harus segitu dan bisa masuk surga, cuma iuran segitu. Bertentangan hati nurani,” dia menambahkan.

“Karena menurut hati nurani saya kan harus beribadah dan berbuat baik baru bisa masuk surga. Apalagi begitu. Ada juga yang mengajarkan tidak usah salat karena sudah baik sama kelompok itu,” kata dia lagi.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

lagi pembakaran al quran kembali terjadi di denmark

Kutuk Dan Protes Keras Atas Pembakaran Al-Quran, Turki Panggil Duta Besar Denmark

Ankara – Kecaman dan reaksi keras terus bermunculan dari berbagai penjuru dunia terhadap aksi provokasi …

sejarah maulid nabi

Yazir Hasan Ustad Wahabi Sebut Maulid berasal dari Yahudi, Mari Pelajari Selengkapnya

Kasus Ustaz Wahabi bernama Yazir Hasan Al-Idis yang membid’ahkan dan menyesatkan perasayaan Maulid Nabi tengah …

escortescort