cf e e fc aae
cf e e fc aae

PBNU Minta Polisi Waspadai Gerakan NII Yang Baiat Puluhan Warga Garut Dengan Doktrin Pemerintah Thogut

Jakarta – Puluhan warga Garut yang terdiri dari anggota keluarga dan sebagian besar adalah remaja dibaiat oleh gerakan yang telah dilarang oleh pemerintah yaitu Negara Islam Indonesia (NII). Menurut para warga yang diabait mereka didoktrin untuk menyatakan pemerintah thogut.

Gerakan NII dalam melakukan perekrutan anggota diketahui setelah seorang remaja memberitahukan kepada orangtuanya tentang baiat tersebut dan menyatakan setia kepada NII, namun setelah diberikan penyadaran remaja tersebut kembali menyatakan setia kepada NKRI, bertakwa kepada Allah SWT dan tidak menjadi anggota NII

Peristiwa pembaiatan NII terhadap puluhan warga Garut tersebut direspon oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta polisi mewaspadai gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang diduga melakukan pembaiatan terhadap puluhan warga Garut, Jawa Barat (Jabar). PBNU menilai gerakan NII itu akan menimbulkan propaganda politik.

“Bagi penegak hukum untuk mewaspadai gerakan-gerakan semacam ini yang bisa menimbulkan kerawanan politik dan propaganda yang bisa mengakibatkan memudarkan persatuan dan kesatuan,” kata Ketua PBNU, Marsudi Syuhud kepada wartawan, seperti dikutip dari laman detikcom. Rabu (6/10/2021) malam.

Marsudi mengatakan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan. Hal itu telah disepakati oleh para pendiri bangsa.

“Kita bangsa Indonesia telah sepakat untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Adapun jika masih ada sekelompok orang yang masih menginginkan bentuk lain seperti NII, DI, Khilafah atau lainnya itu baru merupakan fikrah atau ide,” kata dia.

Marsudi mengatakan aktivitas pembaiatan yang dilakukan oleh Negara Islam Indonesia itu melanggar hukum. Baik hukum negara maupun hukum agama.

“Jika ada orang yang masih menginginkan bentuk lain kemudian melakukan aktivitas pembaiatan untuk menanamkan keyakinan agar tidak mengakui NKRI ini maka itu akan berimplikasi hukum, baik itu hukum positif atau hukum (bughot) dalam hukum agama Islam,” jelas dia.

Baca Juga:  Militer AS Beli Data Umat Muslim Dari Aplikasi Muslim Pro

Kepada masyarakat, Marsudi mengimbau agar tak tertarik dengan ajakan Negara Islam Indonesia itu. Dia mengatakan ajakan itu dapat menimbulkan perpecahan.

“Dengan demikian saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dan ikut-ikutan pada ajakan ajakan orang yang bisa menimbulkan perpecahan,” tuturnya.

Marsudi juga mengimbau umat Islam itu menjaga negara. Sebab, menjaga negara, lanjut Marsudi, adalah salah satu keharusan dalam tujuan syariah Islam.

“Bagi umat Islam yang penting harus tetap menjaga negara yang kita sepakat ini, karena Al khifdzu ‘alal authony minal maqaashidi adhorury littasyri’i, bahwa menjaga negara adalah salah satu keharusan tujuan syariah,” katanya.

Warga di Garut Dibaiat NII
Lurah Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Suherman mengungkapkan soal pembaiatan NII itu. Berdasarkan pengakuan sejumlah anak yang mengaku dibaiat, salah satu doktrin yang diberikan adalah menganggap pemerintah RI thogut.

“Ajarannya yang diterima ya…. menganggap negara ini thogut,” ujar Suherman kepada wartawan, Rabu (6/10).

Suherman menjelaskan, informasi mengenai puluhan warga dibaiat masuk NII ini terungkap setelah adanya pengakuan salah seorang anak kepada orang tuanya. Remaja lelaki itu mengaku telah dibaiat dan disyahadatkan kembali oleh seseorang.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya kata Suherman, langsung melakukan pendataan. Hasilnya, diketahui ada 59 orang yang didominasi remaja mengaku dibaiat masuk NII.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

dr Fauzia Gustarina Cempaka Timur S IP M Si

Celah Intoleransi Dalam Beragama Diincar Kelompok Radikal Untuk Sebarkan Virus Radikalisme

Jakarta – Kelompok radikal selalu berupaya memanfaatkan berbagai cara untuk menyebarkan virus radikalisme. Salah satunya …

RDP Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Komisi VIII DPR RI

Dai Harus Miliki Strategi Metode Dakwah yang Menitikberatkan Wawasan Keberagamaan dan Kebangsaan

Jakarta – Sertifikasi penceramah atau dai dilakukan demi meningkatkan pemahaman moderasi beragama kepada kalangan dai …