Bagi Umat Islam Nabi Muhammad bukan hanya seorang pimpinan dalam urusan agama tetapi juga pemimpin dalam urusan kenegaraan di Madinah Banyak teladan yang bisa diambil dalam kepribadian Nabi sebagai seorang pemimpin karena sumber pengajarannya langsung dari Allah Salah satu pelajaran kepemimpinan dari Allah yang disebutkan dalam Qur an seperti tertera dalam Artinya Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu Karena itu maafkanlah mereka mohonkanlah ampun bagi merekaArtinya Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu Ayat tersebut memang sedang menggambarkan pujian dan sanjungan Tuhan kepada cara Kepemimpinan Nabi yang santun dan lembut Tetapi ayat ini jelas menjadi pelajaran bahwa pemimpin itu harus bersikap santun dan lembut kepada bawahannya Itulah ilmu kepemimpinan yang diajarkan Allah kepada umat Islam secara umum Jika pemimpin tidak bisa bersikap lembut niscaya orang dan pengikutmu akan menjauh dan meninggalkan Perilaku pemimpin yang kasar kaku dan keras hati akan ditinggalkan para pengikut dan masyarakat Baca juga Masjid Radikal yang Dirobohkan oleh RasulullahNamun pemimpin lembut bukan lemah Sebalikya pemimpin tidak boleh kasar bukan berarti tidak tegas Seorang pemimpin harus bisa memainkan peran dalam memainkan perannya Kepemimpinan adalah seni mengatur dan mengelola masyarakat yang berbeda beda Pemimpin harus meletakkan diri kapan dia bisa tegas dan kapan harus lembut Inilah pelajaran yang diberikan oleh Nabi Kepada para orang tertentu Nabi akan memilih tegas dan kepada masyarakat tertentu Nabi memilih sangat lembut Misalnya sikap tegas diperlihatkan Nabi sehabis menandatangani perdamaian Hudaibiyah yang dengan keras dan tegas beliau memerintahkan Ali menuliskan apa yang beliau diktekan Dan dengan keras pula beliau memerintahkan umatnya mencukur rambut memotong dam denda dan menanggalkan pakaian ihram karena tidak jadi naik haji tahun itu Hal berbeda ditunjukkan Nabi yang memilih sikap lembut terhadap pasukannya yang tidak menaati perintah dalam perang Uhud yang menyebabkan kekalahan umat Islam Padahal semestinya Nabi sebagai pemimpin bisa menghukum dan memarahi mereka yang tidak menaati perintah Nabi Intinya pelajaran dari Nabi pemimpin itu tidak boleh bersikap kasar dank eras hati Sikap tegas dibutuhkan ketiga memerintahkan hal penting dan kepada orang yang dipercaya Sementara sikap lembut dan memaafkan bawahannya ditunjukkan Nabi kepada pengikutnya yang awam dan belum paham memahami maksud sehingga butuh sentuhan ucapan lembut dan memaafkan Inilah salah satu seni kepemimpinan yang diajarkan oleh Nabi Pemimpin bukan harus marah marah biar keliatan tegas Tetapi pemimpin tidak boleh lemah agar keliatan lembut Bersikaplah tegas dalam kepentingan strategis dan selalu utarakan kelembutan dan kesantunan kepada bawahan dan rakyatnya Itulah seorang pemimpin sejati yang dicontohkan Nabi

Tinggalkan Balasan