olahraga
olahraga

Berdakwah dengan Olahraga, Bolehkan dalam Islam?

Nabi Muhammad saw adalah manusia pilihan yang bertugas membimbing seluruh umat manusia menuju kehidupan yang baik. Tentunya, beliau telah mewariskan sekian akhlak mulia untuk kita contoh, terutama dalam hal dakwah menyebarkan risalah Islam. Dalam alquran surat al- Ahzab ayat 21 Allah berfirman bahwasanya pada diri Rosulullah saw terdapat suriteladan yang baik:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah saw itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah”.

Dalam menyebarkan dakwah, mengenali objek dakwah amatlah penting, dengan mengenal objek dakwah kita dapat lebih mudah menentukan cara dakwah. hal ini dilakukan agar dakwah tercapai secara maksimal sehingga dalam objek dakwah yang berbeda akan di jumpai cara pendekatan yang berbeda pula. Dengan demikian, dakwah tidak hanya terjadi di atas mimbar namun bisa di mana saja dan dengan cara apa saja.

Olahraga adalah salah satu kegiatan yang menjadi bagian penting setiap peradaban manusia tidak terkecuali pada zaman jahiliah. Pada zaman tersebut gulat adalah salah satu olahraga yang populer sehingga sangat dimungkinkan dakwah Islam dilakukan dengan olahraga ini. Salah satu pegulat mekah yang terkenal pada zaman jahiliah adalah Rukanah bin Abdi Yazid bin Hasyim. Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani menyebutkan dalam kitabnya Tarikh Hawadis wa al-Ahwal an-Nabawiyah bahwa Rukanah bin Abdi Yazid bin Hasim adalah salah seorang Qurais yang tangguh.

Dalam kitab tersebut terdapat kisah tentang perjumpaan Nabi dengan Rukanah bin Abdi yazid bin Hasim pada jalan sepi di lereng pegunungan mekah. dalam perjumpaannya, Nabi saw bertanya pada Rukanah “Wahai Rukanah apakah kamu tidak takut kepada Allah dan tidak mau ikut  ajakanku?”, Rukanah menjawab “Andai aku bisa tahu bahwa apa yang engkau ajakkan itu sebuah kebenaran niscaya aku ikut”. mendengar jawaban Rukanah yang meminta bukti akan kebenaran dakwah Rosul, Rosul menjawab “Apakah jika aku dapat membantingmu dalam adu tanding gulat kamu akan percaya kalau apa yang aku ajakkan adalah sebuah kebenaran?” Rukanah menjawab “iya” setelah jawaban Rukanah terjadilah gulat antara Rasulullah saw. Diluar dugaan Rukanah, Rasulullah saw dapat membantingnya dalam satu kali gerakan. Rukanah terperangah tak mempercayai atas apa yang baru terjadi pada diri nya.

Baca Juga:  3 Tips Imam Ghazali Menghentikan Kebiasaan Maksiat

Rukanahpun  bangun sembari meminta pertandinga diulang dan untuk kali kedua Rukanah kembali harus menerima kenyataan akan kekalahannya. Dari peristiwa ini akhirnya Rukanah menyatakan diri Beriman dan memeluk Islam.

Dalam cerita tersebut, Rosulullah saw mencontohkan bolehnya menyebarkan dakwah melalui sarana olah raga. Rukanah adalah seorang yang amat tangguh sebagaimana disebutkan sebelumnya sehingga mengalahkan Rukanah dalam pertandingan gulat yang menjadi representasi kekuatan dirinya dapat meruntuhkan keras hatinya dalam menerima dakwah Islam.

Bagikan Artikel ini:

About Fajar Ainol Yakin

Check Also

kartini

RA. Kartini Sang Inisiator Tafsir Al-Qur’an Berbahasa Jawa

Ada yang masih belum tau Tafsir Faid ar-Rohman?, Tafsir Faid ar-Rohman dikarang oleh seorang alim …

puasa bagi ibu hamil dan menyusui

Paket Rukhsah Ramadan (2) : Puasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Megandung dan menyusui adalah sebuah fitrah bagi kaum wanita, fase tersebut merupakan hal yang normal …