Pekalongan – Muktamar Sufi Internasional yang berlangsung di Pekalongan, Jawa Tengah dari tanggal 29-31 berlangsung secara tertib dan menghasilkan beberapa rekomendasi yang penting untuk diimplementasikan ditengah masyarakat. Berikut rekomendasi dari konferensi sufi internasional yang diterima redaksi islamkaffah pada Jumat (01/09/23).
Ucapan Terima Kasih: Peserta konferensi menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Ketua Umum Forum Sufi Dunia atas dukungan dan penyelenggaraan konferensi ini. Juga diberikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia dan Pekalongan atas sambutan hangat.
Penyatuan Upaya Tarekat Sufi: Konferensi mendorong penyatuan tarekat-tarekat Sufi secara organisatoris dan kelembagaan melalui pembentukan divisi pengkajian dan perencanaan. Tujuannya adalah mengembangkan strategi kerja sufi kontemporer dan mendokumentasikan asal-usul tarekat.
Pengembangan Metodologi Investasi: Tarekat-tarekat Sufi diminta untuk mengembangkan metodologi investasi di bidang pertanian, pembangunan berkelanjutan, dan energi terbarukan guna mencapai swasembada ekonomi. Juga menyerukan kesadaran terhadap pengurangan polusi dan dampak pemanasan global.
Kontribusi pada Ekonomi: Konferensi mengajak tarekat-tarekat Sufi untuk berkontribusi dalam pembentukan pasar ekonomi bersama, berkolaborasi dengan sektor industri dan pertanian, dan menciptakan koordinasi yang mengarah pada integrasi dan kemajuan ekonomi.
Pendidikan dan Pengajaran: Tarekat-tarekat Sufi diminta untuk berperan dalam pendidikan (sekolah dan universitas) dengan menambahkan dimensi praktis keimanan kepada generasi muda. Hal ini untuk menghadapi pengaruh media dan media sosial terhadap perilaku dan pemahaman agama.
Pelaksanaan Konferensi: Peserta konferensi meresolusikan agar konferensi ini dilaksanakan setiap tahun di pusat secretariat Forum Sufi Dunia, dengan kontribusi pendanaan kolektif. Juga mendorong konferensi serupa di wilayah lain dan partisipasi dalam konferensi Sufi lainnya.
Nilai-Nilai Keluarga dan Masyarakat: Konferensi mengajak pemerintah dan masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional dan menghadapi budaya-budaya baru yang dianggap bertentangan dengan norma-norma akal sehat, seperti LGBT dan penyimpangan seksual.
Pembentukan Kantor Cabang dan Komite: Konferensi memutuskan untuk mendirikan kantor cabang per benua dan komite khusus untuk mengurusi pendirian Universitas Al-Ihsan, pendirian media yang mendukung nilai-nilai sufistik, serta mencari sumber pendanaan untuk tujuan ini.
Kepentingan Nasional dan Dialog: Peserta konferensi mengajak negara-negara yang mengalami kerusuhan internal, seperti Sudan, Nigeria, Libya, Yaman, dan Suriah, untuk mengedepankan bahasa dialog dan kepentingan nasional dalam menyelesaikan konflik, menghindari kekerasan, dan memberikan kesempatan kepada pemikir bijaksana untuk mencari solusi.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah