UEA bolehkan konsumsi alkoho
UEA bolehkan konsumsi alkoho

Demi Uang, Pemerintah UEA Langgar Syariat Islam, Izinkan Kumpul Kebo dan Minum Alkohol

Jakarta  –  Uang memang segala-galanya. Hal itulah sepertinya yang mendasari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) membuat keputusan yang bertentangan dengan syariat Islam dengan mengizinkan kumpul kebo dan minum alkohol. Investasi menjadi alasan keputusan itu.

Seperti diketahui, pemerintah UEA akan menjadi tuan rumah pameran bertajuk World Expo. Kegiatan itu bertujuan untuk menarik pemodal dan mendatangkan sekitar 25 juta pengunjung ke negara itu, setelah diundur satu tahun akibat pandemi virus corona.

Keputusan itu juga terjadi setelah UEA meneken perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel, dengan harapan menarik investasi dan wisatawan dari negara itu.

Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (7/11/2020), pelonggaran itu mencakup mengizinkan pasangan berbeda jenis kelamin yang belum menikah untuk tinggal serumah, melonggarkan larangan minuman beralkohol, dan akan memperkarakan secara hukum aksi pembunuhan atas alasan mempertahankan kehormatan keluarga (honor killing).

Keputusan itu dinilai sebagai upaya pemerintah UEA untuk mengubah wajah mereka guna menarik turis dari Barat, serta para pemodal dan pebisnis. Selain itu, hal tersebut dinilai merupakan upaya para pemimpin UEA untuk beradaptasi dengan perubahan di tengah-tengah masyarakat.

Terkait aturan minuman beralkohol, pemerintah UEA sebelumnya hanya membolehkan orang-orang di atas 21 tahun untuk membeli dan mengkonsumsinya.

Selain itu, sebelumnya orang-orang di UEA harus mengantongi izin khusus supaya mereka bisa membeli atau membawa minuman keras ke kediaman mereka. Dengan pelonggaran itu, kini penduduk Muslim di UEA juga bisa mengajukan izin untuk membeli miras.

Kemudian, pemerintah UEA melonggarkan aturan tentang pasangan yang belum menikah dan tinggal satu atap, atau kumpul kebo, yang selama ini tergolong sebagai tindak kejahatan. Namun, pemerintah Dubai yang dinilai sedikit permisif tentang larangan itu, dengan pengecualian bagi warga asing yang bermukim di sana, masih menerapkan hukuman bagi para pelaku.

Baca Juga:  Normalisasi Hubungan Diplomatik UEA-Israel Penghianatan Bagi Dunia Islam

Pemerintah UEA juga mencabut aturan yang mendukung aksi pembunuhan demi kehormatan keluarga (honor killing), yang masih dilakukan oleh suku-suku setempat. Pelaku honor killing yang rata-rata lelaki dan korbannya perempuan mulanya bisa melenggang bebas jika melakukan hal itu.

Perubahan syariat Islam di UEA juga membuat para warga asing yang bermukim di sana tidak perlu berurusan dengan pengadilan agama terkait persoalan pernikahan, perceraian dan harta waris.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

idrissa gueye

Bintang PSG Idrissa Gueye Tolak Pakai Jersey LGBT, Presiden Hingga Selebritas Berikan Dukungan

Jakarta – Kehidupan para pesepak bola dunia selalu menjadi perhatian, termasuk ketika atlet tersebut tidak …

asrorun niam

Inggris Posting Dukungan LGBT+ Pada Akun Resmi Kedubes di Indonesia, MUI: Pelecehan!

Jakarta – Negara manapun wajib untuk mentaati aturan serta norma-norma kesopanan, budaya serta pemahaman negara …