Presiden Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi Sheikh Abdulaziz bin Abdullah bin Mohammed al Sheikh
Presiden Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi Sheikh Abdulaziz bin Abdullah bin Mohammed al Sheikh

Dewan Cendekiawan Arab: Hina Nabi Muhammad Hanya Melayani Ekstremis Sebarkan Kebencian

Riyadh – Badan keagaaman tertinggi Arab Saudi, Dewan Cendekiawan Senior mengatakan menghina Nabi Muhammad hanya melayani para ekstremis yang ingin menyebarkan kebencian di antara masyarakat.

Pernyataan itu muncul di tengah kontroversi penggunaan kartun Nabi Muhammad di kelas sekolah Prancis tentang kebebasan berekspresi yang gurunya kemudian dipenggal oleh seorang remaja etnis Chechnya. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut pembunuhan tersebut merupakan serangan teroris Islam.

“Tugas orang bijak di seluruh dunia adalah mengutuk penghinaan semacam itu yang tidak ada hubungannya dengan kebebasan berpikir dan berekspresi dan tidak lebih dari prasangka murni dan layanan gratis bagi ekstremis,” kata Presiden Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi Sheikh Abdulaziz bin Abdullah bin Mohammed Al-Sheikh dalam pernyataan seperti dikutip dari SPA, Senin (26/10/2020).

Sheikh Abdulaziz bin Abdullah bin Mohammed Al-Sheikh yang juga grand mufti Arab Saudi itu menyoroti bahwa Islam melarang segala bentuk penghinaan terhadap nabi Tuhan mana pun.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengkritik mereka yang dia sebut sebagai Islamis dan membela penerbitan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad. Kartun itu karya majalah Charlie Hebdo yang memicu pembantaian di kantor redaksi majalah tersebut pada 2015 silam.

Pembelaan Macron muncul setelah seorang guru di Prancis dipenggal minggu lalu di dekat Paris setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad selama diskusi di kelas tentang kebebasan berbicara dan berekspresi. Macron mengatakan guru yang dibunuh itu adalah korban serangan teroris Islam.

Insiden tersebut telah memicu perdebatan tentang menghormati agama dan mendorong banyak pemimpin di dunia Islam untuk mengutuk kejahatan tersebut tetapi menekankan pentingnya menghormati para Nabi.

Sebelumnya Imam besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb, dalam pidatonya Selasa lalu mengutuk pemenggalan seorang guru di Prancis. Namun, dia mengatakan menghina agama atas nama kebebasan berbicara adalah ajakan untuk membenci.

Baca Juga:  Arab Saudi Belum Beri Kepastian, Kemenkes Tetap Susun Pedoman Kesehatan Umrah

Pidato Sheikh al-Tayeb dibacakan di Capitol Square Roma di depan pertemuan para pemimpin Kristen, Yahudi dan Buddha termasuk Paus Francis dan Kepala Rabbi Prancis Haim Korsia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

akhlak karimah

Khutbah Jumat – Menyelamatkan Generasi Muda Dari Virus Radikalisme

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …