digital grooming

Digital Grooming dan Radikalisasi Anak: Menghadapi Ancaman dengan Nilai-Nilai Islam

Transformasi digital telah mengubah cara anak-anak berinteraksi dengan dunia. Namun, di balik kemudahan akses informasi, mengintai ancaman sistematis berupa digital grooming yang berujung pada radikalisasi. Laporan Densus 88 Antiteror Polri per Januari 2026 mencatat 70 anak usia 11-18 tahun terpapar paham ekstremisme kekerasan melalui True Crime Community, tersebar di 19 provinsi dengan konsentrasi tertinggi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Digital grooming adalah proses manipulasi psikologis online yang membangun kepercayaan untuk tujuan eksploitasi. Fenomena ini telah berevolusi, tidak hanya menyasar eksploitasi seksual tetapi juga perekrutan ideologi ekstrem. Predator ideologis ini mahir memanfaatkan kerentanan remaja yang merasa terasing, marah, atau mencari identitas, terutama korban bullying, trauma, dan minim perhatian orang tua.

Pandangan Islam tentang Perlindungan Anak

Islam menempatkan perlindungan anak sebagai amanah suci. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6). Ayat ini menegaskan tanggung jawab orang tua dalam menjaga anak dari segala bentuk bahaya, termasuk ancaman di ruang digital.

Rasulullah SAW juga mengingatkan, “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya” (HR. Bukhari). Hadis ini menekankan bahwa orang tua, pendidik, dan masyarakat memiliki tanggung jawab kolektif dalam melindungi generasi muda.

Pertama, membangun benteng taqwa dan akhlak. Pendidikan agama yang kuat menjadi fondasi ketahanan anak. Pemahaman yang benar tentang Islam moderat akan menjadi filter alami terhadap ideologi ekstrem yang menyimpang dari ajaran Islam rahmatan lil’alamin.

Kedua, memperkuat komunikasi keluarga berbasis mawaddah wa rahmah. Islam mengajarkan komunikasi yang penuh kasih sayang dalam keluarga. Orang tua perlu membangun kedekatan emosional dengan anak, menciptakan ruang dialog terbuka tentang dunia digital tanpa judgement, sebagaimana Rasulullah yang selalu mendengarkan dengan penuh perhatian.

Ketiga, mengajarkan hikmah dan berpikir kritis. Islam mendorong umatnya untuk berpikir kritis, sebagaimana firman Allah, “Maka apakah mereka tidak berpikir?” (QS. An-Nisa: 82). Anak perlu diajari memverifikasi informasi, mengenali manipulasi, dan memahami bahwa kekerasan bertentangan dengan maqashid syariah yang menjaga jiwa, akal, dan keturunan.

Keempat, membangun komunitas berbasis ukhuwah Islamiyah. Masjid, pesantren, dan komunitas keagamaan harus menjadi ruang aman yang memberi rasa memiliki positif, mengalihkan anak dari komunitas digital yang toxic. Kegiatan mentoring dan halaqah dapat menjadi wadah pendampingan yang efektif.

Kelima, menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar dalam ekosistem digital. Masyarakat Muslim perlu aktif melaporkan konten berbahaya, mendorong literasi digital, dan menciptakan konten positif yang membanjiri ruang maya dengan nilai-nilai Islam yang damai dan moderat.

Ancaman digital grooming dan radikalisasi adalah ujian bagi umat Islam dalam melindungi generasi penerus. Solusinya bukan hanya teknologi atau regulasi, tetapi kembali kepada nilai-nilai Islam yang mengajarkan kasih sayang, kebijaksanaan, dan perlindungan terhadap yang lemah. Dengan pendekatan holistik berbasis ajaran Islam, kita dapat membangun ketahanan anak dari dalam, menjadikan mereka generasi yang shalih, cerdas, dan mampu membedakan kebenaran dari manipulasi.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

048510200 1769099031 830 556

MUI: Bentuk Board of Peace Cara AS dan Israel Hadapi Tekanan

JAKARTA – Indonesia telah secara resmi bergabung menjadi anggota Board of Peace yang dibentuk oleh …

chiki fawzi turun langsung menjadi relawan untuk membantu korban banjir di sumatera banyak warga di sana mengalami kelaparan 1765269236649 169

Ramai Di Medsos Soal Pencopotan Chiki Fawzi dari Petugas Haji 2026, Kemenhaj Bilang Begini

Jakarta – Chiki Fawzi membagikan perihal pencopotan dirinya dari petugas haji 2026 yang datang secara …