kapolri (kanan) dan ketum pp muhammadiyah (kiri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan) dan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri)

Disambangi Kapolri, Ini Wejangan Ketum Muhammadiyah Buat Jenderal Sigit

Yogyakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melanjutkan safari ke tokoh masyarakat dan agama. Setelah mendatangi kantor PBNU, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, kantor Rabithah Alawiyah, kini Kapolri bersilaturahmi Kantor Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat (19/2/2021).

Pada silaturahmi ini, Jenderal Sigit langsung ditemui Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Kehadiran Kapolri di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta menjadi sambungan dari pertemuan dari silaturahmi ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, 29 Januari 2021 lalu datang

“Selain silaturahmi, Kapolri juga memperkenalkan program dan langkah pokok Polri ke depan. Nantinya program dan langkah pokok ini memerlukan sinergi dengan Muhammadiyah,” kata Haedar.

Haedar menerangkan ada tiga hal yang disampaikan Muhammadiyah ke Kapolri. Pertama, di era pandemi Covid-19, Muhammadiyah bersama jajaran Polri dengan porsi dan peran masing-masing, membangun jaringan untuk meningkatkan ikhtiar mengatasi pandemi.

Kedua, menyatukan visi bagaimana Muhammadiyah dan Kapolri bersama jajaran kepolisian di seluruh Republik Indonesia serta seluruh komponen pemerintah dan komponen bangsa meningkatkan usaha bersama untuk merekat persatuan bangsa.

Haedar menjelaskan peran-peran kebangsaan di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan yang melintas batas untuk semua warga bangsa. Muhammadiyah juga berupaya terus merajut persatuan dan menjaga kebhinekaan.

“Bahkan kami sampaikan di kawasan di mana Muhammadiyah dan umat Islam minoritas, tidak ada kendala bagi Muhammadiyah untuk hadir dengan peran-peran yang bersifat memberdayakan, memajukan, dan menyatukan kehidupan bangsa sebagaimana di Indonesia bagian timur,” tutur Haedar.

Ketiga, kata Haedar, mendiskusikan di era media sosial ini bagaimanaa Muhammadiyah dan jajaran kepolisian terus melakukan edukasi untuk ketertiban dan keamanan serta kehidupan yang bisa saling toleran satu sama lain di tengah keragaman.

Baca Juga:  Ini Tiga Poin Maklumat Kapolri Larang Warga Sebar-Pakai Simbol FPI

“Masalah media sosial juga menjadi sorotan diskusi kami. Muhammadiyah bersama Polri sepakat bahwa edukasi dalam menjaga ketertiban dan keamanan perlu dilakukan,” jelas Haedar.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About redaksi

Avatar