Dr Craig Considine
Dr Craig Considine

Doktor Penganut Katolik dari Amerika Ini Bangun Subuh Untuk Dengar Azan

Jakarta –Video viral menampilkan seorang doktor non-Muslim bernama Craig Considine rela bangun pagi demi bisa mendengar azan subuh. Ia mengaku mendengar azan di waktu subuh sangat menenangkan jiwa dan sangat indah.

Dr. Craig Considine adalah pakar sosiologi dari Rice University, Houston, Amerika Serikat, yang tengah melakukan penelitian hubungan internasional dan teologi di Uni Emirat Arab.

Lantunan azan bagi umat Islam yang tinggal di negara mayoritas berpenduduk Muslim pasti menganggap azan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun bagi pendatang, azan adalah budaya yang cukup asing.

Mengunggah video reaksinya ke kanal YouTube miliknya, Dr Craig Considine tampak berdiri di balkon Hotel Ritz Carlton Abu Dhabi dan memandang Masjid Zayed pada pukul 05.30 pagi. Ia pun menjelaskan bahwa dirinya bangun di pagi buta seperti itu demi mendapati salah satu budaya paling indah dalam Islam yakni azan.

Dr Craig menjelaskan beberapa pengetahuan mendasar tentang azan. Azan dikumandangkan lima kali sehari dan dilantunkan untuk memanggil kaum Muslimin sholat di masjid.

Ia berkata bahwa azan adalah budaya yang tidak ada di negara asalnya Amerika Serikat. Dirinya pun mengaku mendengar azan membuatnya merasa tenang.

Selagi menunggu, Dr Craig bercerita tentang kunjungannya ke Masjid Zayed yang dianggap mirip Gereja St Peter di Roma. Ia juga menjelaskan kisah muazin pertama Bilal bin Rabah dan menuturkan sejarah mengenai asal-usul Bilal sebagai budak yang dibebaskan dan diangkat derajatnya oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

“Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad sangat anti-rasisme. Ia secara aktif menangkal tindakan berbau rasis,” ungkap dia, seperti dikutip dari kanal YouTube-nya Dr Craig Considine, Selasa (10/8/2021).

Di tengah penjelasannya tentang Islam menentang rasisme, azan pun akhirnya berkumandang. Terdengar bergema dari kejauhan, Dr Craig memejamkan mata dan menikmati suara azan yang masih terdengar lantang ketika mencapai balkonnya.

Baca Juga:  Pengungsi Afghanistan Tiba Hanya Kenakan Pakaian di Badan, Masjid di AS Kumpulkan Donasi

“Indah sekali, pengingat yang indah untuk memulai hari,” ujar Dr Craig Considine menutup video seusai azan.

Craig dikenal sebagai penganut Katolik. Namun ia sangat sering mengagumi Islam. Maret 2020 lalu, ia bahkan membagikan hadits Nabi Muhammad SAW melalui akun Twitter-nya.

Dalam twitnya, Dr. Craig Considine menuliskan  ‘Nabi Muhammad menyarankan agar karantina membendung wabah yang mematikan.’ Dia berkata:

“Jika Anda mendengar wabah penyakit di suatu negeri, jangan memasukinya,  jika wabah itu terjadi di suatu tempat saat Anda berada di dalamnya, jangan tinggalkan tempat itu. ” Kemudian dibagian akhir dari catatan lainnya ia menuliskan ‘Hadits tepat waktu mengingat COVID-19. Tetap aman.’

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ali Kalora

Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora Tewas Ditembak Satgas Madago Raya

Palu – Setelah melakukan perburuan intensif, Satgas Madago Raya akhirnya berhasil menembak mati tokoh teroris …

Dr Adnan Anwar

Silaturahmi Nasional Penting Sebagai Sarana Tabayyun Dalam Menjaga NKRI

Jakarta – Dalam konteks berbangsa dan bernegara, persaudaraan tidak hanya dibangun atas dasar persamaan keyakinan, …