Teheran – Puasa adalah salah satu rukun Islam. Artinya, bagi umat Muslim, puasa itu hukumnya wajib sehingga harus dilaksanakan, tanpa terkecuali.
Karena hukumnya wajib, maka apapun profesinya puasa tetap harus dijalankan umat Muslim, termasuk pemain sepakbola. Di negara-negara Muslim, penerapan puasa sangat ketat. Bahkan sebuah klub Iran, Steel Azin FC, pernah memecat pemain bintangnya Ali Karimi karena ketahuan tidak berpuasa. Padahal Karimi adalah mantan bintang raksasa Jerman Bayern Muenchen dan timnas Iran.
Kala itu atau medio 2010, Steel Azin FC menyarankan seluruh pemain Muslim untuk menjalankan puasa Ramadan. Bagi yang ketahuan tidak berpuasa, akan mendapatkan hukuman dari klub yang bermarkas di Kota Teheran, Iran tersebut.
Ternyata, Ali Karimi yang saat itu masih berstatus gelandang andalan timnas Iran melakukan pelanggaran. Ketika sesi latihan Steel Azin FC digelar sore hari, Ali Karimi ketahuan minum saat latihan.
Alhasil, klub pun memberikan hukuman tegas kepada pemain yang memiliki julukan Diego Maradona-nya Asia tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Ali Karimi langsung dipecat.
“Klub harus memecat salah satu pemain, Ali Karimi, karena tidak patuh dan tidak berpuasa selama Ramadan. Ali Karimi telah menghina pejabat Federasi Sepakbola Iran dan pengawal tim Teheran atas masalah ini,” tulis pernyataan klub, mengutip dari Daily Mail, Minggu (31/1/2021).
Hanya saja, Ali Karimi tidak terima begitu saja dipecat sang klub. Ia melakukan segala cara untuk bisa kembali masuk ke dalam tim. Setelah melakukan negosiasi, Ali Karimi akhirnya kembali diizinkan masuk tim. Namun, ia harus membayar denda USD40.000 atau setara Rp561 juta.
Bagi yang belum tahu, Ali Karimi merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang pernah dilahirkan Iran. Tak hanya mentas di kompetisi lokal, gelandang yang identik dengan rambut panjangnya ini sempat berkiprah di Jerman, tepatnya bersama Bayern Muenchen dan Schalke 04. Di Bayern, Karimi sempat main satu tim dengan bintang Iran lainnya, Ali Daei.
Hebatnya baik saat membela Bayern dan Schalke, Ali Karimi selalu memenangkan trofi. Ia membantu Bayern Munich racikan Felix Magath juara Liga Jerman dan DFB Pokal 2005-2006.
Sementara bareng Schalke 04, Ali Karimi membantu sang klub juara DFB Pokal 2010-2011. Tidak sampai di situ, bahu-membahu bersama Manuel Neuer, Ali Karimi juga mengantarkan Schalke 04 lolos ke semifinal Liga Champions 2010-2011.
Hanya saja, Ali Karimi sekarang sudah tak lagi aktif sebagai pesepakbola. Sejak 2014, ia memutuskan pensiun dari dunia si kulit bulat yang membesarkan namanya.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah