Dr Jerald Dirks
Dr Jerald Dirks

Psikolog Amerika Ini Dapat Hidayah dan Menjadi Mualaf Gara-gara Kuda Arab.

Jakarta – Hidayah bisa datang kapan saja dan dimana saja kepada seseorang. Salah satunya dialami seorang seorang doktor psikolog lulusan Universitas Denver, Kansas, Amerika Serikat, bernama Dr. Jerald Dirks.

Dikutip dari kanal YouTube Islamic Information and Cartoons, Jumat (13/8/2021), Dr Jerald Dirks pertama mengenal Islam dari kelas mata kuliah Perbandingan Agama yang memiliki beberapa spesifikasi, termasuk Islam, ketika mengejar gelar Magister Ketuhanan di Universitas Harvard.

Awalnya Dr Jerald Dirks merasa tidak tertarik dengan agama Islam. Ia justru ingin mempelajari agama yang lebih eksotis seperi Hindu atau Buddha. Namun, semua itu berubah ketika Dr Jerald Dirks dan istrinya mulai memelihara kuda Arab.

Dari kuda Arab inilah pintu hidayah ia dapatkan. Untuk merawat kuda Arab itu, ia butuh menerjemahkan beberapa dokumen berbahasa Arab untuk membuktikan kemurnian ras kuda peliharaannya. Ia pun bertemu dengan penerjemah bernama Jamal, seorang Muslim dari Colorado, yang di akhir pertemuan meminta izin untuk beribadah di rumah Dr Jerald Dirks.

Sejak pertemuan itu, Dr Jerald Dirks dan istrinya makin dekat dengan Jamal dan keluarga Muslim lainnya di Colorado. Ia bahkan merasa lebih akrab dengan para keluarga Muslim dibanding non-Muslim.

Makin lama, Dr Jerald Dirks makin kagum dengan perasaan damai yang dibawa teman-temannya. Ia pun makin bertanya-tanya kenapa hidup teman-teman Muslim-nya sangat damai.

Dia mulai membaca kembali buku-buku masa kuliah dan mendalami ajaran Islam, termasuk lewat kitab suci Alquran. Makin mendalami, Dr Jerald Dirks makin merasa yakin bahwa agama yang ia anut tidak ada bedanya dengan Islam.

Ia pun mulai mengikuti kebiasaan teman-teman Muslim-nya yakni dari berpuasa, salat, hingga mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, meski masih mengidentifikasi dirinya sebagai Kristen.

Baca Juga:  MUI : Haram Hukumnya Sebar Hoax terkait Virus Corona

Dr Jerald Dirks mengaku saat itu masih belum bisa melepas identitasnya sebagai umat Kristen dan selalu menajawab bertele-tele ketika ditanya soal agamanya.

“Kalau ditanya apakah aku percaya Tuhan Yang Maha Esa? Tentu. Kalau ditanya apakah aku percaya Nabi Muhammad adalah utusan Allah? Ya. Tapi kalau ditanya apakah aku Islam? Tidak, aku masih Kristen,” ungkapnya.

Namun semua itu berubah ketika ia pergi ke Timur Tengah. Hanya bisa berbicara sedikit bahasa Arab, Dr Jerald Dirks cuma bisa berkata “Ya” dan “Tidak” ketika menjawab pertanyaan.

Ia pun diajak pergi ke perkampungan pengungsi Palestina, kemudian bertemu dengan seorang tua yang bertanya apakah dirinya beragama Islam. Tidak bisa menjawab secara bertele-tele seperti biasanya, Dr Jerald Dirks pun menjawab “Ya” dan sejak saat itu resmi memeluk agama Islam.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dr KH Adnan Anwar

Membangun Kebanggaan Nasional untuk Lawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

Jakarta – Semangat nasionalisme pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menandakan rumusan identitas kebangsaan yang tidak …

uas ditolak masuk singapura berikut hal yang diketahui sejauh ini

Ormas Perisai Pendukung UAS Demo Kedubes Singapura Siang Ini

Jakarta – Penolakan Pemerintah Singapura terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) yang hendak memasuki wilayah Singapura …