Prof Syafiq Mughni
Prof Syafiq Mughni

Komentari Lomba Penulisan BPIP, Muhammadiyah: Tema Itu Tak Lagi Problematik dan Tak Menarik Didiskusikan

Jakarta – ‘Hormat Bendera Menurut Hukum Islam’ dan ‘Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam’ dalam lomba penulisan artikel yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam rangka Hari Santri Nasional 2021 dinilai sudah tidak relevan. Pasalnya tema itu sudah tidak lagi menjadi problematika di Indonesia sehingga tidak menarik lagi untuk didiskusikan, apalagi dibuat tulisan.

Penilaian itu disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni . Menurutnya umat Islam tidak mempersoalkan hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Karenanya, hal tersebut tidak menarik untuk didiskusikan.

“Dua hal itu tidak lagi problematik sehingga tidak menarik didiskusikan,” ucap Syafiq, Minggu (15/8/2021).

Syafiq berpendapat, tema-tema terkait kemanusiaan dan keadilan jauh lebih mendesak untuk dieksplorasi lebih lanjut. Misalnya saja permasalahan korupsi, kerusakan moral, pragmatisme, dan lain sebagainya.

“Tema-tema korupsi, kerusakan moral, hedonisme, pragmatisme jauh lebih penting. Semoga komponen bangsa secara kolektif dan total harus bersama-sama memperkokoh Pancasila dan menghadapi ancaman mental dan moral yang menghancurkan bangsa. Tema-tema atau pertanyaan lomba harus punya makna signifikan agar tidak ada kesan sekelas dengan TWK di KPK,” pungkas Syafiq.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  International Conference on Interfaith and Sprituality Ingin Ciptakan Kesejukan Beragama

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

020437300 1629024024 830 556

Ini 3 Ayat Alquran Isyaratkan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Jakarta – Memahami teks-teks Alquran tidaklah mudah, dibutuhkan keilmuan yang mumpuni, bukan sekedar ilmu bahasa, …

umat muslim bersiap melakukan sholat berjamaah dengan menerapkan protokol

Fenomena Mana Dalilnya & Pentingnya Belajar Alquran Secara Baik

JAKARTA – Al-Quran bukan hanya sekedar kitab suci yang bertuliskan perintah dan larangan, namun juga …