akidah Imam Syafii
Imam Syafii

Benarkah Akidah Imam Syafi’i sama dengan Wahabi ?

Seperti yang sudah diketahui secara umum, Salafi Wahabi terkenal dengan kemunafikannya. Bukan hanya memalsukan kitab-kitab ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah, tetapi juga memplintir pemahaman fatwa ulama’ untuk mendukung aqidahnya. Di antara korban yang sudah diplintir fatwanya adalah imam Syafi’i.

Salafi Wahabi mengklaim, imam Syafi’i tidak beraqidah sama imam Abu Hasan al Asy’ari, sebagaimana pengikutnya. Imam Syafi’i lebih dekat dengan aqidah Salafi Wahabi yang mentajsim (meyakini Allah berupa wujud benda) dan menyamakan Allah swt dengan makhluk. Akibat dari klaim ini, maka pengikut imam Syafi’i tidaklah beraqidah sama dengan imam Syafi’i.

Namun, benarkah imam Syafi’i demikian… ?

Klaim demikian sebenarnya berangkat dari kutipan Ibn Qudamah tentang aqidah ulama’ Salaf yang kemudian disebutkan di antaranya adalah imam Syafi’’i, dengan sebuah pernyataan:

وَاِنَّ اللهَ عَلَى عَرْشِهِ فِي سَمَائِهِ يَقْرَبُ مِنْ خَلْقِهِ كَيْفَ شَاءَ وَاِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ اِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا كَيْفَ شَاءَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah atas Arsynya, pada langitnya dekat dengan makhluknya kapan saja Allah menghendaki, dan Allah nuzul ke langit dunia bagaimana ia menghendakinya”

Redaksi “ala arsyihi”, “fi sama’ihi” dan “Allah nuzul ke langit dunia” dipahami sebagai pengakuan imam Syafi’i terhadap Allah swt berada di Arsy, dan turun dari langit ke bumi dalam sepertiga malam sebagaimana aqidah Wahabi yang meyakini demikian.

Namun sebenarnya tidaklah demikian. Imam Syafi’i menyatakan “ala arsyihi” dan “Allah nuzul dari langitnya dunia” semata-mata menetapkan sifat istiwa’ dan nuzul bagi Allah swt karena sifat tersebut ada dalam al Qur’an dan al Hadits. Pernyataan tersebut sebagai bantahan terhadap Jahmiyah yang menolak istiwa’nya Allah di ‘Arsy.

Namun istiwa’ dan nuzul Allah swt dalam pemahaman imam Syafi’i sebagaimana disebutkan oleh al Hafidz al Kabir Abu Nu’aim Ahmad bin Abdillah bin Ahmad al Ashbahani adalah bila takyifin wa latmtsilin (tanpa cara dan penyerupaan). Sebagaimana dikutip imam Ad Dzahabi dalam kitabnya al Uluw lil Aly al Ghaffar:

Baca Juga:  Apakah Allah Memiliki Sifat Diam? (1) : Salafi Wahabi Meyakini Allah Bersifat Sukut

وَأَنَّ الْأَحَادِيْثَ اَلَّتِي ثَبَتَتْ فِي الْعَرْشِ وَاسْتِوَاءِ اللهِ عَلَيْهِ يَقُوْلُوْنَ بِهَا وَيُثْبِتُوْنَهَا مِنْ غَيْرِ تَكْيِيْفٍ وَلَا تَمْثِيْلٍ

Artinya: “Sesungguhnya hadits-hadits yang menetapkan Allah swt di Arsy dan beristiwa’ terhadapnya, mereka (ulama’ Salaf) berpendapat berdasarkan hadits-hadits tersebut dan menetapkan dengan tanpa takyif (bagaimana) dan tamtsil (penyerupaan)”.

Kata takyif dan tamtsil menunjukkan bahwa bahwa imam Syafi’i yang merupakan salah satu ulama’ Salaf yang dimaksud oleh Ad Dzahabi tidak menetapkan Allah swt bersemayam di Arsy, begitu juga dzatnya turun dari langit ke dunia. Sebab kata jika istiwa’ Allah diartikan bersemayamnya Allah, dan nuzul Allah diartikan Allah turun, maka berarti ini telah melakukan takyif, yaitu berupa bersemayam dan turun. Padahal imam Syafi’i tidak mengatakan demikian. Nah sebenarnya, pernyataan imam Syafi’i dan juga ulama Salaf lainnya adalah melakukan tafwid terhadap ayat-ayat sifat tanpa menginterpretasikan dengan makna sesuai pemahaman manusia.

Bukti lain imam Syafi’i tidak seaqidah dengan Wahabi yaitu apa yang disampaikan oleh imam As Suyuti dalam al Asybah wa An Nadzoir. Imam Syafi’i berkata:

لَا يُكَفَّرُ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الْقِبْلَةِ وَاسْتَثْنَى مِنَ ذَلِكَ اَلْمُجَسِّمَ

Artinya: “Tidak seorang pun dari ahlul kiblah (orang yang shalatnya menghadap kiblat) yang dihukumi kafir, kecuali Mujassimah”

Sekalipun kutipan ini mungqathi’, tapi tidak ada seorang ulama Syafiiyah yang mengingkari kutipan ini. Artinya sangat mungkin imam As Suyuti mendapatkan pernyataan imam Syafi’i ini dari guru ke guru melalui lisan tidak melalui tulisan.

Jika demikian, maka jelas pernyataan imam Syafi’i ini menunjukkan imam Syafi’i berbeda dengan Wahabi yang berakidah Mujassimah.

Wallahu a’lam

Bagikan Artikel ini:

About M. Jamil Chansas

Dosen Qawaidul Fiqh di Ma'had Aly Nurul Qarnain Jember dan Aggota Aswaja Center Jember

Check Also

aswaja

Benarkah Abu Hasan Al Asy’ari Meyakini Allah Swt Berada di Arsy ?

Sudah berabad-abad lamanya, umat Islam yang sampai pada kita saat ini mayoritas bermadzhab Asya’iroh, yaitu …

4 madzhab

Mengapa Ahlussunnah Wal Jama’ah Hanya Mengikuti 4 Madzhab Saja ? Ini Penjelasannya !

Dalam Risalah fi Taakkudi bi Madzahibil Arba’ah, KH. Hasyim Asy’ari berkata: وَلَيْسَ مَذْهَبٌ فِي هَذِهِ …