penopang keunggulan al azhar mesir
penopang keunggulan al azhar mesir

Fatwa Al Azhar Izinkan Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Dalam Kondisi Tertentu

KAIRO – Kemajuan dunia medis telah membuat sejumlah penemuan luar biasa dalam bidang pengobatan untuk menyelamatkan seseorang yang mengidap suatu penyakit mematikan. Banyak dari penemuan itu menyertakan unsur hewan babi sebagai kandungan atau yang baru saja terjadi organ babi ditransplantasi ke manusia.

Perdebatan kemudian muncul dikalangan ulama, apakah boleh organ babi ditrasnplantasi ke manusia, sedangkan semua muslim sudah mengetahui secara jelas larangan mengkonsumsi babi bahkan babi merupakan hewan najis yang secara jelas disebutkan dalam Al-Quran.

Lembaga keagamaan terkemuka di Mesir Al-Azhar mengakhiri perdebatan soal transplantasi ginjal babi ke manusia pekan ini. Akhirnya mereka mengeluarkan fatwa yang mengizinkan transplantasi ginjal babi ke dalam tubuh manusia, tetapi hanya dalam kondisi tertentu.

Perdebatan ini dimulai setelah sekelompok ahli bedah Amerika Serikat di New York berhasil mentransplantasikan ginjal babi ke pasien manusia awal bulan ini. Ahli bedah memanfaatkan sumber terbaru organ yang persediaannya terbatas.

Dilansir The New Arab dan republika.co.id Rabu (27/10), dalam Islam, babi dianggap sebagai hewan najis dan Alquran melarang umat Islam mengonsumsi dagingnya. Al-Azhar yang didirikan sebagai universitas Islam lebih dari seribu tahun yang lalu, dianggap sebagai otoritas agama tertinggi Mesir dan umat Islam di seluruh dunia memandangnya sebagai pedoman.

“Islam melarang berobat dengan apa pun yang dinilai berbahaya, kotor, atau, sesuatu yang dilarang,” kata Al-Azhar dalam fatwa tersebut.

Namun, fatwa itu juga mengatakan jika penggunaan organ adalah untuk menyelamatkan nyawa, itu diperbolehkan. Pengecualian biasanya dapat dibuat untuk aturan agama untuk menyelamatkan nyawa atau untuk kebutuhan lainnya.

Alquran sangat menekankan penyelamatan nyawa manusia. Hal itu tercantum dalam surat Al-Maidah ayat 32:

Baca Juga:  Diculik, Imam Besar Masjid Djibo di Burkina Faso Ditemukan Meninggal Dunia

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.”

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Cholil Nafis

Masalah Warisan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Ini Jawaban KH Cholil Nafis

Jakarta – Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Ardiansyah meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas, beberapa …

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Ajakan Tak Digubris Ketua Umum, Rais Aam PBNU Putuskan Gelar Konbes Jelang Muktamar 7 Desember

Jakarta – Suasana jelang pelaksanaan Muktamar ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin panas. Hal …