Gus Miftah Sindir Pihak Yang Marah Terhadap Imbauan Salat Jumat dan Wajib di Rumah

0
1305

Jakarta – Pemerintah telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh umat beragama untuk melaksanakan kegiatan keagamaan di rumah saja. Imbuan itu dikeluarkan dalam mencegah berkumpulnya orang banyak sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Bagi umat Muslim, melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (16/3/2020), salat Jumat dan salat wajib lima waktu diminta dilaksanakan di rumah. Untuk salat Jumat bisa diganti dengan salat Zhuhur. Namun imbauan untuk tidak ke masjid selama pandemi Corona, diartikan lain oleh sebagian pihak. Mereka menentang keras imbauan dengan alasan tetap melaksanakan kewajiban keagamaan.

Menanggapi adanya kelompok yang menolak fatwa ini, pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Gus Miftah Habiburrahman pun turut bersuara. Ia menanggapi menanggapi polah publik yang emosi karena imbauan pemerintah itu dengan pernyataan nyeleneh via video video yang diunggah via akun jejaring sosial Instagram miliknya, @gusmiftah, Sabtu (21/3/2020).

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kan gara-gara Corona, diimbau oleh pemerintah tuh, ibadah di rumah saja dan Jumatan dipending, salat lima waktu nggak usah di masjid. Pokoknya di rumah lah,” ujar Gus Miftah.

Lalu Gus Miftah menyindir ada pihak yang marah-marah menolak kebijakan tersebut. Umumnya, kata dia, mereka menilai pemerintah melarang umat Islam ke masjid.

“Terus ada yang marah-marah, gimana sih ini pemerintah, gimana sih kok malah nggak boleh ke masjid dan lain sebagainya,” tutur pendakwah nyentrik dengan rambut gondrong mullet serta kacamata hitam itu.

Gus Miftah pun melontarkan sindiran menohok kepada pihak-pihak tersebut.

“Hmmm… gayamu dul, dul, nggak diimbau saja kamu nggak pernah ke masjid, apalagi diimbau, dasar tuman,” tutur Gus Miftah lalu terkekeh dikutip via laman suara.com.