menlu retno marsudi 169
menlu retno marsudi 169

Hadiri Pertemuan Darurat OKI, Menlu Retno Sampaikan 3 Langkah Kunci Bela Palestina

Jakarta – Hingga hari ini ketegangan antara Israel – Palestina masih terus berlanjut dengan serangan militer Israel yang langsung mengarah ke Jalur Gaza sehingga menyebabkan jatuhnya korban sipil dari pihak Palestina. Aksi kekejaman yang dimulai sejak akhir Ramadhan di Masjid Al-Aqsa tersebut mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.

Mencermati situasi yang semakin memanas, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organisation of Islamic Cooperation (OIC) menggelar pertemuan darurat dengan para anggotanya untuk membahas langkah dan solusi terhadap agresi yang dilakukan Israel ke Palestina.

Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno LP Marsudi yang hadir pada pertemuan tersebut menyampaikan tiga kunci membela Palestina.

Extraordinary Open-ended Ministerial Meeting of the OIC Executive Committee itu digelar virtual dan dihadiri 16 menteri dan wakil menteri luar negeri negara-negara anggota OKI. Pertemuan digelar khusus untuk membahas agresi Israel di wilayah Palestina, khususnya Al-Quds Al-Shareef atau Yerusalem dan juga jalur Gaza.

“Di dalam pertemuan OKI tadi saya menyampaikan bahwa untuk kesekian kalinya, OKI harus kembali bertemu untuk membahas isu yang sama yaitu, agresi Israel terhadap Palestina. Sejak OKI didirikan komitmen negara OKI tidak pernah luntur dan terus bertekad untuk bersama Palestina di dalam memperjuangkan hak-haknya,” kata Retno dalam keterangan pers, seperti dikutip dari laman detikcom. Minggu (16/5/2021).

Retno mengingatkan semua pihak untuk tidak lupa bahwa Palestina adalah satu-satunya negara yang masih diduduki kekuatan kolonial di dunia ini. Retno menyebut semua penderitaan Palestina disebabkan oleh Israel sebagai occupying power.

“Terlepas dari tekad kuat tersebut sampai saat ini, kita masih menyaksikan adanya: gangguan terhadap pelaksanaan ibadah di Masjid Al-Aqsa, illegal settlement semakin merajalela, pergerakan orang-orang Palestina dibatasi di tanah mereka sendiri; dan hak-hak Palestina dihilangkan,” ujar Retno.

Baca Juga:  Jangan Narasikan Perbedaan Agama di Ruang Publik

Retno menegaskan Indonesia mengecam keras tindakan Israel tersebut. Terlebih lagi, serangan tersebut dilakukan di bulan suci Ramadhan dan Idulfitri.

Atas hal itu, Retno mengusulkan beberapa langkah kunci yang harus dilakukan OKI. Langkah kunci pertama, yaitu memastikan adanya persatuan.

“Persatuan di antara negara anggota OKI. Persatuan di antara semua pemangku kepentingan di Palestina. Tanpa persatuan, OKI tidak akan mampu menjadi penggerak bagi dukungan internasional untuk Palestina. Di saat yang sama, bangsa Palestina hanya bisa mencapai cita-citanya untuk merdeka apabila mereka bersatu,” katanya.

Retno menyampaikan langkah kunci kedua yaitu, OKI harus mengupayakan gencatan senjata sesegara mungkin. Dia mengajak semua negara OKI menggunakan pengaruhnya.

“Saya menyerukan agar masing-masing negara OKI menggunakan pengaruhnya masing-masing, menggunakan pengaruh yang mereka miliki untuk mendorong gencatan senjata secepatnya. Dan semua tindakan kekerasan harus segera dihentikan,” ujar Retno.

Langkah kunci terakhir, kata Retno, yaitu OKI harus tetap fokus membantu kemerdekaan bangsa Palestina. Negoisasi multilateral harus terus didorong.

“Dalam kaitan ini, OKI harus lebih keras berupaya untuk mendorong dimulainya kembali negosiasi multilateral yang kredibel. Yang berpedoman pada parameter-parameter yang telah disetujui secara internasional. Dengan tujuan mencapai perdamaian yang lestari berdasarkan prinsip solusi dua negara,” ujar Retno.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …