Subuh
Subuh

Hasil Munas Majelis Tarjih ke-31, Muhammadiyah Koreksi Waktu Subuh Kemenag

JAKARTA – Majelis Tarjih Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah baru saja menyelesaikan Musyawarah Nasional (Munas) ke-31, Minggu (20/12/2020). Salah satu hasil Munas itu Muhammadiyah mengoreksi waktu subuh yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag). Hal tersebut berdasarkan temuan lembaga penelitian dan ilmu falak Muhammadiyah.

“Berdasarkan temuan ketiga lembaga penelitian astronomi dan ilmu falak Muhammadiyah ini menyimpulkan bahwa ketentuan Kementerian Agama tentang ketinggian matahari pada waktu subuh di angka -20 derajat perlu dikoreksi dan Majelis Tarjih menilai -18 derajat merupakan angka yang lebih akurat,” ujar Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mohamad Mas’udi saat memaparkan Hasil Munas Tarjih Muhammadiyah ke-31 dikutip dari laman resmi muhammadiyah.or.id., Minggu (20/12/2020).

Seperti diketahui, berdasarkan Alquran dan Al-Hadis, waktu subuh ditentukan oleh fenomena alam. Pandangan-pandangan para ulama-astronom pun diperlihatkan untuk menambah referensi terkait ketentuan waktu subuh ini. Sementara itu, belakangan bahasan ini cukup hangat diperbincangkan lantaran adanya perbedaan pendapat tentang ketinggian matahari waktu subuh.

Mas’udi menjelaskan pembahasan terkait masalah waktu subuh ini juga merupakan lanjutan dari temuan Islamic Science Research Network (ISRN) Uhamka, Pusat Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (Pastron UAD), dan Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU).

“Dengan adanya koreksi dua derajat itu maka waktu subuh saat ini diundur sekitar 8 menit, umpamanya saat ini Subuh di Indonesia Bagian Barat jam 03.50 maka awal waktu subuhnya mundur menjadi 03.58 menit,” jelasnya.

Bagikan Artikel
Baca Juga:  Jaga NKRI, Akidah Keagamaan dan Nasionalisme Harus Terus Digaungkan Tokoh Agama
Best Automated Bot Traffic

About redaksi

Avatar