Hafiz Tahir Mehmood Ashrafi
Hafiz Tahir Mehmood Ashrafi

Islam Agama Damai dan Tak Izinkan Umat Hina Agama Apapun

Jakarta – Islam adalah agama damai dan Islam tak pernah mengizinkan umat-Nya untuk menghina agama apapun. Penegasan itu disampaikan oleh Perwakilan Khusus Perdana Menteri  Pakistan untuk Kerukunan Antar Agama dan Timur Tengah, Hafiz Tahir Mehmood Ashrafi dalam Konvensi Ulama-o-Mashaikh di Canal Park Sammundri Road, Minggu (26/12/2021).

“Islam tidak mengizinkan umat-Nya menghina agama apa pun. Islam juga membiarkan orang lain mengucapkan kata-kata tidak sopan dan tidak senonoh terhadap Nabi Muhammad SAW,” ujar Hafiz Tahir dilansir di Pakistan Observer, Senin (27/12/2021).

Saat ini, lanjutnya, dunia telah sadar bahwa menghina agama apapun bukanlah bentuk kebebasan berekspresi.

Ia menegaskan bahwa perilaku penodaan agama disebut melukai perasaan dan sentimen keagamaan umat Islam. Hal ini karena Nabi Muhammad lebih dicintai umat Islam daripada nyawa dan harta benda mereka sendiri.

Dia juga mengatakan insiden kekerasan sporadis tidak dapat mencerminkan gambaran sebenarnya dari kerukunan umat beragama di Pakistan.

Hafiz Tahir mengecam keras hukuman mati tanpa pengadilan, yang terjadi terhadap warga negara Sri Lanka di Sialkot. Pemerintah disebut lebih meningkatkan keamanan minoritas dan warga negara asing.

Islam dikatakan tidak mengizinkan adanya hukuman yang bersifat menyakiti siapapun, seperti memotong tangan atau membakar harta benda. Hal-hal tersebut bertentangan dengan Syariat Islam.

Prosedur hukum diperlukan untuk mengambil langkah terhadap terdakwa, meskipun dia melakukan penistaan ​​​​atau pelanggaran lainnya.

Ia menghimbau kepada para Ulama untuk membawa gambaran Islam yang sebenarnya, agar kejadian serupa di Sialkot tidak terulang lagi di kemudian hari.

Ia juga mengimbau Ketua Mahkamah Agung Pakistan untuk segera memutuskan kasus penistaan ​​agama, sehingga terdakwa bisa mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Dia mengatakan seluruh dunia bersatu di Namoos-e-Risalat.

Baca Juga:  Menag Ajak Umat Islam Salat Idul Fitri di Rumah Saja

Terakhir, ia mengapresiasi pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin, dimana hal tersebut mendukung pandangan Perdana Menteri Imran Khan tentang Namoos-e-Risalat. Pertemuan OKI yang diadakan di Islamabad telah mengambil langkah berani tentang masalah Afghanistan.

Arab Saudi telah membuat langkah besar dalam masalah ini, sementara negara-negara Islam lainnya telah memastikan kerjasama penuh mereka dalam hal ini. Langkah ini merupakan pencapaian besar, dimana seluruh dunia sekarang mengakui posisi mereka dalam masalah Afghanistan.

“Muslim itu seperti satu tubuh. Seluruh tubuh terasa sakit jika ada bagian yang sakit. Oleh karena itu, kita harus memahami rasa sakit dan kesulitan orang lain dan berusaha optimal untuk menyelesaikannya,” ujar dia.

Islam disebut tidak menghalangi perempuan untuk mengenyam pendidikan, pendidikan itu wajib bagi laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini, undang-undang yang maksimal juga telah ditetapkan agar komunitas perempuan dapat memainkan perannya secara dinamis dalam pembangunan nasional dan sosial.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Pernikahan beda agama

Nikah Beda Agama Disahkan PN Surabaya Preseden Buruk dan Resahkan Umat Islam

Jakarta – Beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mensahkan pernikahan beda agama yang diajukan …

Holywings

Kata MUI Hollywings Mesti Diadili Biar Kapok

Jakarta – Tempat hiburan malam Holywings harus bertanggung jawab. Bar kaum jetset itu mesti diadili …