KH Miftachul Akhyar
KH Miftachul Akhyar

MUI Mohon KH Miftachul Akhyar Rangkap Jabatan, PBNU: Tak Masalah

Jakarta – Posisi KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus menjadi sorotan pasca Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU). Pasalnya, saat terpilih menjadi Rais Aam PBNU KH Miftach, AHWA meminta untuk menanggal jabatan lainnya dan fokus sebagai Rais Aam. Artinya, bila itu terjadi, maka jabatan Ketua Umum MUI akan ditinggal oleh KH Miftach.

Hal itulah yang membuat MUI Pusat langsung melayangkan permintaan kepada PBNU. Wakil Ketua MUI Anwar Abbas memohon kepada PBNU agar Kiai Miftachul Akhyar tetap bisa merangkap jabatan sebagai Ketua Umum MUI.

Menanggapi hal itu, Ketua PBNU sekaligus Panitia Muktamar ke-34 NU, Imam Azis mengatakan, tidak masalah jika Kiai Miftach tetap menjadi Ketua Umum MUI. Karena, menurut dia, dalam tradisinya Rais Aam PBNU juga banyak yang merangkap jabatan sebagai Ketum MUI Pusat.

“Biasanya gitu. Waktu Kiai Sahal beliau juga Rais Aam sekaligus Ketum MUI. Waktu Kiai Ma’ruf Amin beliau juga Rais Aam sekaligus Ketua Umum MUI. Tradisinya memang gitu, tidak ada masalah dan tidak dipermasalahkan,” ujar Imam dikutip dari Republika, Selasa (28/12/2021).

Imam mengatakan, permintaan agar Rais Aam PBNU untuk tidak merangkap jabatan di organisasi lain memang sempat disampaikan di depan forum pleno Muktamar ke-34 NU di Universitas Lampung (Unila) beberapa waktu lalu. Namun, jika Kiai Miftach masih sanggup menjadi Ketua Umum MUI tidak dipermasalahkan dalam organisasi NU.

“Jadi tetap bisa, tradisinya begitu. Jadi gak masalah (Kalau ada permintaan seperti itu dari MUI),” kata Imam.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Sempat Tidak Percaya Tuhan, Herjunot Ali Temukan Islam dari Ayat Ini

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

undangan non muslim

Fikih Toleransi (6): Menghadiri Undangan Non Muslim

Toleransi yang sejatinya merupakan ajaran Islam mulai menipis, bahkan dianggap bukan ajaran Islam. Ini terjadi …

toleransi

Khutbah Jumat – Islam dan Toleransi

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ صِرَاطِ الَذِيْنَ …