islam cinta

Islam Itu Damai [2]: Deklarasi Perdamaian dalam Islam

Di satu sisi, ketika kita melihat perkembangan dunia Islam dewasa ini akan menimbulkan rasa optimistis bahwa Islam akan semakin maju dan berkontribusi positif bagi seluruh dunia. Namun di sisi yang lain, ada sekelompok Islam yang justru membajak dan merusak Islam itu sendiri.

Organisasi yang mengklaim diri sebagai pejuang Islam seperti Boko Haram adalah satu di antara sekian banyaknya organisasi/kelompok Islam garis keras yang mencoreng nama Islam. Belum lama ini, Boko Haram kembali menggegerkan dunia sekaligus mempermalukan umat Islam. Betapa tidak. Kelompok militan Boko Haram pada saat malam Natal telah menggerebek desa yang sebagian besar beragama Kristen. Dalam aksi tersebut, setidaknya ada ada 11 orang yang tewas.

Jelas, aksi Boko Haram tersebut sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya, yakni agama perdamaian. Terkait hal ini, Hasan al-Banna dalam kitabnya As-Salam fi al-Islam menjelaskan bahwa kata ‘Islam’ diambil dari kata salam yang memiliki arti ‘perdamaian.’ Berdasarkan kata tersebut, tegas Hasan al-Banna, Islam adalah agama perdamaian. Bahkan ia menjelaskan alasan mengapa Islam adalah agama perdamaian.

Pertama, hakikat agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW itu adalah aslamtu li rabb al-‘alamin. Kedua, kata-kata penghormatan bagi umat Islam adalah Assalamu’alaikum.., bahwa “semoga Allah memberi keselamatan kepada Anda.” Ketiga, Alquran sebagai sumber pertama dalam Islam diturunkan pada malam yang penuh kedamaian, ketika malaikat membawa perdamaian ke muka bumi (lihat QS. Al-Qadr [97]: 1-5). Keempat, diantara nama-nama Allah adalah as-Salam (QS. Al-Anfal [8]: 61), yang berari Maha Sejahtera.

Tidak hanya sekedar agama perdamaian, Islam juga merupakan agama kasih sayang. Hal ini, sebagaimana diungkapkan oleh Ja’far dalam Dialog Agama dalam Berbagai Perspektif (2013: 191), didasarkan pada beberapa hal. 1) ketika seorang Muslim hendak melakukan aktivitas, ia dianjurkan mengucapkan kalimat bism Allah al-Rahman al-Rahim yang mengandung makna syarat akan pesan kasih dan sayang. 2) wasiat sesama orang Islam terhadap Islam lainnya, diantaranya, adalah sabar dan kasih sayang (QS. Al-Balad [90]: 17. 3) pintu surga akan dibuka seluas-luasnya untuk orang Muslim yang memiliki sifat kasih sayang kepada makhluk Allah. Inilah salah satu ajaran dalam Islam.

Baca Juga:  Tuntunan Islam dalam Merespons Bencana Banjir

Masih menurut Hasan al-Banna, bahwa ia menekankan bahwa Islam adalah agama persatuan, persaudaraan, kemanusiaan dan perdamaian. Lebih jauh lagi, Banna menjelentrehkan bahwa Islam telah mendeklarasikan konsep perdamaian. Hal ini berdasarkan argumen sebagai berikut:

Pertama, Islam mendeklarasikan kesatuan jenis dan nasab manusia. Nilai ini kemudian dalam teori modern disebut sebagai bagian dari toleransi, yang tidak membeda-bedakan jenis manusia; apakah kulit putih atau hitam, minoritas atau mayoritas dan lain sebagainya. Bahkan dalam Islam, penciptaan manusia yang berbeda-beda; suku, bangsa dan lainnya, bukan untuk berselisih, tetapi untuk saling mengenal. Yang demikian itu dalilnya sudah masyhur di kalangan umat Islam, yakni QS. Al-Hujarat [49]: 13.

Wujud jasmaniah manusia berasal dari sumber yang sama; sari pati tanah. Ayat yang menunjukkan hal ini adalah QS. Al-Mu’minun [23]: 12, yang diistilahkan dengan sulalatin min thinin, dan lainnya.

Kedua, Islam mendeklarasikan kesatuan risalah. Risalah yang dibawa Nabi Muhammad sesungguhnya bukan untuk merusak risalah yang dibawa oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Hal ini, sebagaimana ditegaskan oleh Hasan al-Banna, merupakan sebuah fakta, yang bisa dilihat dari landasan berikut; 1) Nabi Muhammad diutus kepada sekalian alam, tidak hanya untuk suatu kawasan saja (QS. Al-Furqan [25]: 2). 2) Risalah Nabi Muhammad adalah risalah Nabi terakhir, karena tidak lagi ada Nabi sesudah beliau (QS. Al-Ahzab [33]: 40). ( dalam Ja’far, 2013: 191-193).

Ketiga, mendeklarasikan konsep kasih sayang, berbuat baik, dan mendahulukan urusan publik. Jika diperhatian secara mendalam, seluruh amalan dalam Islam setidaknya memiliki dua orientasi sekaligus; spiritual dan sosial. Aspek sosial ini merupakan ajaran Islam dengan salah satu tujuan utamanya adalah menebar perasaan kemanusiaan dan perdamaian.

Baca Juga:  5 Macam Doa Nabi Muhammad Saw Untuk Orang Sakit

Islam juga menuntun kepada pemeluknya untuk senantiasa mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Konsep ajaran seperti ini tentu saja diantara hal yang hendak diraih adalah terwujudnya tatatan masyarakat yang damai dan harmonis.

Begitulah indahnya Islam, agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Konsep dan ajaran yang diuraikan di atas bukan menjadikan Islam sebagai agama yang lemah. Ingat! Misi perdamaian tidak akan mampu diwujudkan jika Islam lemah. Justru karena Islam menghendaki perdamaian itulah, umat Islam harus kuat dan bersatu. Selain itu, dalam Islam, perang tidak dilegalkan kecuali dalam keadaan dan untuk tujuan tertentu, salah satunya jika umat Islam terpaksa, setelah tidak ada jalan lain untuk berdamai.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About faedurrohman M.Pd.I

Avatar
Mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, aktif bergerak di bidang dakwah kultural dan struktural.