Adam Ibrahim perekayasa isu babi ngepet di Bedahan Depok.
Adam Ibrahim perekayasa isu babi ngepet di Bedahan Depok.

Isu Babi Ngepet Depok Ternyata Rekayasa, Pelaku: Saya Menyesal, Mungkin Iman Saya Sedang Turun

Depok – Polisi akhirnya mengungkap isu babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Kota Depok Jawa Barat yang sempat viral, Selasa (27/4/2021). Dari hasil penyelidikan, isu bagi ngepet itu ternyata hanya rekayasa. Ironisnya, perekayasa isu itu adalah seorang ustaz bernama Adam Ibrahim (AI).

Saat dihadirkan sebagai tersangka dalam rilis yang digelar Polrestro Metro Depok, Adam Ibrahim mengaku minta maaf atas isu babi ngepet yang dirancang bersama enam rekannya itu. Dia pun mengaku nekat menyebarkan isu babi ngepet itu karena keimanannnya sedang turun.

“Saya menyesal telah melakukan ini semua. Mungkin iman saya sedang turun. Saya mohon maaf khususnya bagi warga Bedahan dan warga Indonesia pada umumnya,” ujarnya, Kamis (29/4/2021).

AI bersama enam orang rekannya merangkai cerita tentang babi ngepet. Berawal dari adanya warga yang kehilangan uang sebesar Rp1 juta dan Rp2 juta yang kejadiannya setiap malam Selasa dan malam Sabtu.

Kemudian AI membeli babi hutan, berwarna hitam dari sebuah toko online dengan harga Rp900 ribu dengan ongkos kirim Rp200 ribu. Babi itu dikirim tengah malam pukul 23.00 ke rumahnya. Saat menerangkan kronologis penangkapan, AI mengatakan penangkapan diduga babi ngepet tersebut dilakukan oleh warga Kelurahan Bedahan dengan cara telanjang bulat bugil.

Atas cerita AI tersebut, banyak warga setempat penasaran, sehingga ingin menyaksikan secara langsung babi ngepet tersebut yang mengakibatkan terjadinya kerumunan.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Adam Ibrahim sebagai tersangka dalam kasus hoaks babi ngepet.

“Kami telah menetapkan satu orang tersangka AI yang juga merupakan warga setempat,” kata Kapolrestro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar.

Kapolres menegaskan bahwa semua berita tentang babi ngepet selama beberapa hari ini hanya karangan AI semata yang menginginkan dirinya agar bertambah terkenal saja.

Baca Juga:  Menag Kumpulkan Tokoh Agama Bahas Perlindungan, Penodaan, dan Definisi Agama

“Ternyata ini semua cerita bohong, tidak benar, hanya karangan AI saja,” ujarnya pula.

Karena itu, Kapolres mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan pemberitaan yang belum tentu kebenarannya.

“Jangan mudah membagikan berita yang belum tentu kebenarannya,” katanya lagi.

Tersangka AI saat ini berada di tahanan Polrestro Depok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan terancam hukuman penjara selama 10 tahun.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …