ilustrasi islamphobia
ilustrasi islamphobia

Dianggap Tidak Sejalan Dengan Nilai-Nilai Prancis, Kampanye Kebebasan Jilbab Dilarang

PARIS – Muslim Prancis tengah menghadapi tekanan atas kebebasan dalam mengekpresikan jati diri. Seorang muslimah masih diperkenankan berhijab ditempat umum namun tidak dengan kampanye keberagaman untuk memilih berhijab atau tidak yang diusung oleh perempuan muslim Prancis dan Dewan Eropa. Presiden Prancis, Emanuelle Macron menentang keras kampanye tersebut karena menganggap tidak sejalan dengan nilai-nilai Prancis.

Dalam kampanye keberagaman, sebuah gambar menunjukkan potret dua wanita muda yang tengah tersenyum dibelah menjadi dua tapi menyatu. Potret tersebut menunjukkan satu sisi dengan rambut terbuka dan yang lainnya mengenakan jilbab.

“Kecantikan ada dalam keberagaman sebagaimana kebebasan ada dalam hijab,” tulis salah satu slogannya. “Betapa membosankannya dunia jika semua orang terlihat sama? Rayakan keberagaman dan hormati hijab,” kata tulisan lainnya.

Kampanye tersebut dibiayai oleh Uni Eropa, diluncurkan pekan lalu oleh Dewan Eropa, sebuah badan hak asasi pan-Eropa.

Dilansir dari The National News dan ihram.co.id Jumat (5/11), pemerintahan Presiden Emmanuel Macron mengajukan keberatan atas kampanye tersebut. Melalui siaran radio, politisi sayap kiri dengan cepat mengangkat poin atas dasar kesetaraan, sedangkan kandidat sayap kanan menyebutnya sebagai propaganda Islam.

Menteri Pemuda, Sarah El Hairy, mengatakan, Prancis tidak setuju karena kampanye tersebut dianggap mendorong pemakaian jilbab, sesuatu yang Pemerintah Paris berusaha atur dalam kehidupan umum. Dari sayap kanan, Marine Le Pen dan Eric Zemmour juga mengkritik kampanye tersebut.

Kepala wilayah Paris, Valerie Pecresse, calon kandidat presiden lainnya melawan Macron dari sayap kanan tradisional, mengatakan, dia heran dengan peluncuran itu dan mengatakan bahwa jilbab bukanlah simbol kebebasan baginya.

Mantan negosiator Brexit Uni Eropa Michel Barnier, yang juga mencari nominasi sayap kanan untuk mencalonkan diri sebagai presiden, mengatakan konsep itu adalah ide yang buruk.

Baca Juga:  Singapura Akhirnya Izinkan Perawat Muslimah Kenakan Jilbab Saat Bertugas

Prancis adalah salah satu dari 47 negara anggota dewan, yang bertindak sebagai penjaga Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia.

“Saya sangat terkejut, ini kebalikan dari nilai-nilai yang dibela Prancis, itu mempromosikan pemakaian jilbab,” kata El Hairy.

“Ini harus dikutuk dan karena itu Prancis memperjelas ketidaksetujuannya yang sangat kuat dan karenanya kampanye tersebut sekarang telah ditarik pada hari ini,” katanya.

Dewan mengatakan menarik kampanye karena pernyataan itu adalah pendapat individu daripada posisi dewan.

“Kami telah menghapus pesan-pesan tweet ini sementara kami merenungkan presentasi yang lebih baik dari proyek ini,” kata perwakilan Dewan Eropa Marija Pejcinovic Buric kepada AFP.

Tweet mencerminkan pernyataan yang dibuat oleh peserta individu di salah satu lokakarya proyek dan tidak mewakili pandangan Dewan Eropa atau sekretaris jenderalnya,” kata Buric.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

viral ustaz berdakwah sambil streaming mobile legends

Inovasi Keren, Ustaz Berdakwah Sambil Streaming Mobile Legends

Jakarta – Berdakwah atau mensyiarkan agama dan kebaikan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang paling …

MBS

Diangkat Jadi Perdana Menteri, MBS Penanggung Jawab Baru 2 Masjid Suci

Riyadh –Raja Salman telah mengangkat Putra Mahkota Muhammed Bin Salman (MBS) sebagai Perdana Menteri Arab …