Paris – Seorang guru sejarah yang melakukan diskusi terbuka terkait kartun Nabi Muhammad yang dimuat surat kabar Charlie Hebo, dipenggal kota Eragny, di wilayah Val d’Oise di barat laut Paris, Jumat (16/10/2020) waktu setempat atau Sabtu (17/20/2020) WIB. Pelaku yang disinyalir murid sekolah tersebut sempat akan melarikan diri, meski akhirnya tewas tertembak peluru polisi.
Menurut keterangan saksi, penyerang juga meneriakkan ‘Allahu Akbar’ saat berhadapan dengan polisi. Polisi menyebut seruan itu sering diucapkan dalam serangan kelompok radikal.
Otoritas keamanan Prancis langsung melakukan penyelidikan terorisme pasca pembunuhan tersebut. Jaksa anti-teroris Prancis telah dipanggil untuk memimpin penyelidikan.
“Jaksa anti-terorisme Prancis telah membuka penyelidikan atas pembunuhan atas pembunuhan dengan motif terduga teroris,” kata kantor kejaksaan seperti disitir dari 9News, Sabtu (17/10/2020).
Seorang pejabat polisi mengatakan tersangka, bersenjatakan pisau dan airsoft gun ditembak mati oleh polisi sekitar 600 meter dari tempat guru laki-laki itu tewas.
“Guru itu diancam setelah membuka diskusi ‘untuk berdebat’ tentang karikatur nabi,” kata pejabat polisi kepada The Associated Press.
Pejabat itu tidak bisa disebutkan namanya karena tidak berwenang untuk membahas investigasi yang sedang berlangsung.
Itu adalah insiden terkait terorisme kedua sejak pembukaan persidangan yang sedang berlangsung terkait pembantaian yang terjadi di kantor media satir Prancis, Charlie Hebdo, pada Januari 2015 lalu.
Pada akhir September lalu, seorang pria bersenjatakan pisau daging menyerang dan melukai dua orang yang keluar untuk merokok di depan gedung perkantoran Paris tempat militan Islam menembak mati karyawan majalah satir Charlie Hebdo lima tahun lalu.
Menurut jaksa penuntut dan kolega para korban, dua staf perusahaan produksi yang terdiri dari seorang pria dan seorang wanita berada di jalan sambil merokok ketika mereka diserang.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah