Kasih Ibu
Kasih Ibu

Kasih Ibu Sepanjang Masa : Kisah Ibu yang Memikirkan Nasib Anaknya Hingga Alam Kubur

Semua ibu pasti berharap anaknya taat beragama sehingga bahagia di dunia dan kelak di alam baka. Ungkapan “Kasih ibu sepanjang masa” bukan mengada-ada. Ini fakta. Namun terkadang seorang anak tidak bisa memahami cinta tulus ibu.

Itulah sebabnya ajaran Islam menempatkan darma bakti anak kepada orang tua terutama kepada ibu sebagai amal yang tinggi nilainya. Bahkan, untuk berjihad di jalan Allah sekalipun harus menunggu restu orang tua. Selama tidak bertentangan dengan ajaran agama, perintah ibu harus ditaati. Bila membangkang jadilah anak durhaka.

Tentang cinta ibu kepada anaknya, telah banyak dikisahkan oleh para ulama dalam karya-karyanya. Diantaranya termaktub dalam kitab Is’ad al Rafiq Syarh Sullam al Taufiq karya Syaikh Muhammad bin Salim Bafaishal.

Alkisah, ada seorang ibu yang ditinggal mati putrinya. Sejak itu sang ibu selalu dilanda duka mendalam siang dan malam. Bukan hendak menolak takdir, tapi kerisauannya sebab memikirkan nasib anaknya di alam kubur.

Pikiran itu lekat dalam dirinya dan tak bisa hilang. Penasaran akan nasib anaknya apakah bahagia atau derita. Terbesit dalam benaknya untuk mencari cara supaya bisa menyaksikan nasib anaknya di alam kubur secara langsung.

Untuk tujuan itu, ia mendatangi seorang ulama yang bernama Imam Hasan. Kepadanya ia meminta amalan supaya bisa melihat keadaan anaknya di alam kubur. Melihat keinginan kuat ibu tersebut, Imam Hasan memberikan amalan yang diminta.

Sekembalinya ke rumah, tanpa menunggu lama, ibu itu mengamalkan apa yang didapat dari Imam Hasan. Benar, dalam mimpi ia melihat putri terkasihnya dalam keadaan menderita. Disiksa sebab suatu dosa ketika hidup di dunia.

Betapa hati sang ibu merintih duka, anak tersayangnya mengalami nasib buruk, disiksa. Ia kemudian mendatangi kembali Imam Hasan dan menceritakan keadaan putrinya di alam kubur. Lalu, ia minta petunjuk supaya anaknya terbebas dari siksa.

Baca Juga:  Kisah Dahsyatnya Kekuatan Doa Ibu

Imam Hasan menyarankan supaya bersedekah dan pahalanya dihadiahkan kepada putrinya. Ibu yang sangat mengasihi putrinya tersebut bersedekah dan pahalanya dihadiahkan untuk putrinya yang telah meninggal.

Kali ini Imam Hasan yang bermimpi bertemu seorang perempuan yang tidak ia kenal, duduk disanggasana mewah memakai mahkota di kepalanya bak ratu agung. Perempuan itu memberitahunya bahwa ia adalah putri dari ibu yang meminta petunjuk kepadanya supaya ia terbebas dari siksa kubur.

Imam Hasan menceritakan pertemuan tersebut kepada ibu yang telah dua kali menemuinya. Alhasil, kebahagiaan tiada tara menyelimuti hati sang ibu. Wajahnya cerah tidak seperti sebelumnya yang selalu bermuram durja.

Kisah ini adalah gambaran kasih ibu kepad anaknya sepanjang masa. Tidak lekang oleh waktu dan tidak pupus oleh masa. Bila demikian, akankah kita semua yang terlahir dari rahim ibu kita masing-masing akan menyia-nyiakannya. Masihkah kita abai untuk berbakti kepadanya. Bukankah Nabi bersabda, “Surga berada di bawah telapak kaki ibu”? Itu berarti ridhonya adalah harapan kita. Sebab Nabi juga berpesan kepada kita “Bahwa Ridho Allah tergantung ridho orang tua, dan murka Allah juga karena sebab murka mereka”.

Selamat Hari Ibu 22 Desember 2020

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Faizatul Ummah

Faizatul Ummah
Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo