EU Parlemen Uighur
EU Parlemen Uighur

Kasus Muslim Uighur, Parlemen Eropa Serukan Sanksi Terhadap Pejabat China

Jakarta – Tekanan bertubi-tubi terus terjadi terkait dugaan persekusi dan diskriminasi yang dilakukan Beijing terhadap etnis minoritas Uighur di Provinsi Xinjiang. Kali ini Parlemen Eropa menyerukan negara-negara anggotanya menjatuhkan sanksi terhadap pejabat China yang bertanggungjawab terhadap masalah Muslim Uighur tersebut.

Parlemen Uni Eropa menganggap alat-alat dan cara yang dilakukan tak berpengaruh terhadap perbaikan catatan hak asasi manusia China. Lembaga legislatif Uni Eropa itu bahkan menilai rekor HAM China kian memburuk dalam setahun terakhir.

“Parlemen Uni Eropa menyerukan Dewan Uni Eropa untuk mengadopsi serangkaian sanksi dan pembekuan aset-aset, jika dianggap tepat dan efektif, terhadap pejabat China yang bertanggung jawab atas sikap represi terhadap hak-hak dasar masyarakat di Xinjiang,” bunyi pernyataan parlemen tersebut Jumat pekan lalu.

Selain itu, Parlemen Uni Eropa juga mendesak pemerintah China segera mengakhiri “praktik penahanan sewenang-wenang” terhadap etnis Uighur.

“Parlemen Eropa juga mendesak China segera dan tanpa syarat membebaskan semua orang yang ditahan, termasuk pemenang Penghargaan Sakharov tahun ini, Ilham Tohti,” lanjut bunyi pernyataan Parlemen Uni Eropa.

Etnis Uighur kembali menjadi perhatian dunia setelah China diduga menahan sekitar satu juta etnis minoritas Muslim itu di sejumlah penampungan layaknya kamp konsentrasi di Xinjiang.

Beijing awalnya membantah keberadaan kamp-kamp tersebut namun akhirnya mengaku bahwa penampungan itu merupakan “pusat pelatihan kejuruan” untuk memberdayakan warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.

China juga menganggap kamp-kamp itu sebagai bagian dari kebijakan anti-teror dan deradikalisasi untuk menjaga Xinjiang dari aksi terorisme yang sempat terjadi beberapa tahun lalu.

Belakangan, isu Uighur kembali ramai dibicarakan setelah dokumen China yang bocor ke media mengungkap cara pemerintahan Presiden Xi Jinping menindas etnis Uighur dengan berbagai kebijakan diskriminatif dan represif.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Waspada, Covid- 19 Masih Mengintai, Puluhan Santri di Bogor Selatan Terpapar Covid-19

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

jemaah khilafatul muslimin deklarasikan setiap pada pancasila dan nkri

Nyatakan Setia Pada Pancasila dan NKRI, 53 Anggota Khilafatul Muslimin di Jatim Deklarasi Dihadapan Kapolda, NU dan Muhammadiyah

Surabaya – Pasca penangkapan pemimpin Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja di Lampung, beberapa ketua …

menpan rb tjahjo kumolo di kota magelang kamis

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, Tjahjo Kumolo Berpulang Kerahmatullah

Jakarta – Innalillahi Wainnailahirojiun, telah berpulang kerahmatullah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) …