7de98210 971e 4ee6 8386 578eaa5caba2 169
7de98210 971e 4ee6 8386 578eaa5caba2 169

Kedepankan Ukuwah Islamiyah, Wathoniyah dan Basyariyah, GP Ansor Maafkan Alfian Tanjung

Jakarta – Alfian Tanjung sempat dilaporkan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) kepada pihak yang berwajib terkait dengan narasi ceramahnya yang mengatakan bahwa Banser anak-cucu tokoh PKI. Namun, setelah pertemuan dengan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas perdamaian diantara kedua belah pihak tercapai.

Secara khusus atas permintaan GP Ansor Alfian Tanjung meminta maaf kepada GP Ansor, Banser dan Nahdlatul Ulama (NU) atas berbagai ucapannya yang tidak benar. Alfian Tanjung menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dalam konferensi pers secara virtual.

Dilansir Antara dan dikutip dari laman detik, Kamis (24/9), konferensi pers dilakukan bersama Pengurus Pusat GP Ansor pada Rabu (23/9). Alfian Tanjung sebelumnya telah bertemu dengan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas pada Selasa (8/9) dan menandatangani perjanjian perdamaian.

Salah satu poin dalam perjanjian perdamaian adalah Alfian Tanjung menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga besar Ansor dan NU.

“Kata maaf menjadi bagian yang harus saya kedepankan, sebagai subjektif ada bagian tertentu dari hal-hal yang pernah saya sampaikan dianggap tidak berkenan dan sudah diproses,” kata Alfian Tanjung.

Pengurus GP Ansor yang hadir dalam konferensi pers permohonan maaf terbuka itu antara lain Sekjen GP Ansor Adung Abdul Rochman dan Waka Satkornas Banser Hasan Basri Sagala.

“Sesungguhnya ini bulan September, 9 hari lagi kita kenal dengan (peringatan) 30 September. Pejuang yang paling dikenal dalam kudeta berdarah (PKI) tahun 1948 dan 1965 adalah temen-temen pemuda Ansor, itu fakta sejarah,” tutur Alfian Tanjung.

Alfian Tanjung kemudian berjanji akan meningkatkan kualitas dan kapasitasnya serta mengajak kalangan muda di Ansor dan Banser bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.

Baca Juga:  Guru Agama dan Rohis se-Semarang Tolak Khilafah

Pernyataan maaf dari Alfian Tanjung juga telah dibenarkan Adung Abdul Rochman. Adung mengatakan bahwa Alfian Tanjung meminta maaf secara lisan dan tertulis.

“Sebagai sesama muslim, sesama warga bangsa Indonesia, tentu kami menerima permintaan maaf karena kita ingin kehidupan tetap rukun dan damai,” tutur Adung.

Adung menambahkan baik Alfian Tanjung maupun Ansor disatukan oleh satu pandangan keagamaan yang sama dan kebangsaan yang sama. Adung lalu menuturkan NU sampai sekarang ini masih mewaspadai bahaya laten PKI, salah satu buktinya dengan terus dilantunkannya selawat badar dalam berbagai kesempatan.

“Selawat badar diciptakan untuk membentengi dan mewaspadai kader-kader NU, Ansor, dan Banser dalam melawan PKI waktu itu. Sampai sekarang masih kami nyanyikan. Artinya, dalam bawah sadar kami tetap dalam situasi masih mewaspadai (PKI),” ujar Adung.

Awal mula masalah ini adalah beredarnya video Alfian Tanjung berkhotbah di hadapan jemaah. Dalam khotbahnya, Alfian Tanjung menyebut kader-kader Banser saat ini adalah keturunan PKI.

“Karena dahulu yang membunuh ulama itu adalah Pemuda Rakyat PKI, ketika terjadi serangan balik oleh Banser, Banser membunuh orang-orang PKI. Maka, tidak semua orang-orang PKI itu tidak diselesaikan, terutama yang tokoh-tokohnya. Akibatnya, tokoh-tokoh PKI masa lalu punya anak, punya cucu jadi pengurus Banser,” ujar Alfian dalam video yang beredar.

Bagikan Artikel

About redaksi

Avatar