tegasnya rasul

Kunci Sukses Dakwah Ala Nabi, Inilah Metodenya

Islam merupakan agama kedamaian dan kasih sayang untuk seluruh manusia dan alam semesta. Agama Islam disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. melalui jalan damai dan persuasif. Banyak dari pihak lawan yang memeluk Islam karena ucapan yang lembut dan keperibadiannya yang mulia.

Setelah Nabi Muhammad saw. wafat, umat Islam berkewajiban untuk melanjutkan misi Nabi dalam berdakwah. Setiap umat Islam mengemban tugas dan tanggung jawab dalam menyebarkan agama Islam yang rahmatan lil’alamin. Dakwah adalah sebuah tanggung jawab moral individual yang harus dilaksanakan oleh setiap orang Islam. Kewajiban dakwah ini diungkapkan Allah dalam QS. Ali Imran. 3:104.

Namun, akhir-akhir ini dunia dakwah seolah diterpa badai besar yang mencoreng kesucian dakwah tersebut. Sebagaimana diketahui ada seorang da’i yang diturunkan dari panggung karena isi ceramahnya dianggap meresahkan dan memecah belah. Ada juga da’i yang sebelum berceramah dia sudah dicekal duluan, dan masih banyak lagi problematika dakwah yang terjadi akhir-akhir ini. Lalu bagaimana dakwah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw?

Dalam berdakwah kita bisa meniru cara Nabi Muhammad saw. Beliau mempunyai pribadi yang agung, akhlak yang mulia, toleran, dan humanis sehingga apa yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh umatnya.

Nabi Muhammad tidak pernah berdakwa dengan marah-marah, memaksa, atau bahkan menjustifikasi seseorang dengan label tertentu, karena misi utamanya adalah mengajak umat manusia menuju jalan yang diridloi Allah. Meskipun dalam kenyataanya Nabi Muhammad ketika berdakwah mendapatkan cacian, makian, bahkan dilempar batu namun beliau tetap berdakwah menyebarkan agama Islam dengan ramah.

Selain ramah, do’a juga merupakan bagian dari cara Nabi berdakwah, kita lihat sahabat Umar Bin Khattab yang terkenal menentang dan membenci Nabi akhirnya masuk Islam bahkan menjadi pembela Nabi dari gangguan orang kafir Quraish.

Baca Juga:  Syifa al Adawiyah: Intelektual Perempuan di Masa Rasulullah

Mengenai materi dakwah, Quraish Shihab (2014) mengatakan, materi dakwah yang dikemukakan Al Qur’an berkisar pada tiga masalah pokok yaitu akidah, akhlak, dan hukum. Inilah yang harus dikuasai dan disampaikan kepada ummat oleh sang da’i.

Dalam berdakwah materi yang disampaikan Nabi juga disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang dihadapinya, baik dari peradaban, sosial, ekonomi, dan juga culture. Sebagaimana diketahui bahwa Nabi berdakwah di Makkah selama 13 tahun menekankan pada aspek akidah (menyeru pada masyarakat Makkah untuk menyembah Allah ) dan akhlak mulia.

Ketika hijrah ke Madinah, kota dengan masyarakat yang beragam etnis, suku, dan agama, dakwah Nabi tetap bisa diterima dengan baik, hal ini karena jalan dakwah Nabi menggunakan pendekatan yang ramah, bahkan Nabi Muhammad saw. mampu mempersatukan masyarakat Madinah yang pada waktu itu terpcah-pecah di bawah kesepakatan bersama “Piagam Madinah” Constitution of Medina.

Nabi Muhammad saw. adalah role model bagi kita dalam berdakwah, di mana dakwah itu mengajak bukan mengejek, dakwah itu merangkul bukan memukul, dakwah itu bikin ramah bukan bikin marah. Semoga kita bisa mengaplikasikan dakwah ala Nabi Muhammad saw.. aamiin.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Abdul Aziz

Avatar
Praktisi Pendidikan di Jakarta Barat