Jakarta Media sosial medsos telah menghadirkan fenomena luar biasa dalam kehidupan manusia Medsos tidak hanya memudahkan orang berkomunikasi tetapi medsos juga bisa membuat seseorang terjerumus ke pemahaman yang salah Pun begitu dalam dunia dakwah Keberadaan medsos membuat tantangan berdakwah menjadi makin kompleks Pasalnya medsos identik dengan anak muda yang noateben lebih mengadalkan gawai atau komputer untuk mencari referensi keagamaan daripada bertanya langsung pada guru ustadz bahkan kiai baik di forum pengajian maupun di pertemuan pribadi Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU Helmy Faisal Zaini mengungkapkan usia kelompok milenial pengguna medsos sangat besar Mereka sangat aktif mencari informasi dari medsos termasuk tentang agama Ini tantangan bagi kita dalam berdakwah Artinya kita juga harus mengubah cara berdakwah Kalau dulu kita berdakwah melalui pengajian atau forum lainnya sekarang kita harus bisa berdakwah melalui medsos untuk menyasar kalangan milenial tersebut ujar Helmy di Jakarta Kamis 1 11 2018 Baca juga Kalimat Tauhid Jalan Manusia Menuju SurgaIa mengungkapkan pengguna internet dari kalangan usia milenial tahun ini mencapai 143 juta orang Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 132 juta jiwa Menurut Helmy Faisal angka ini merupakan tantangan tersendiri bagi Nahdlatul Ulama Kelompok Nahdliyin tidak bisa membiarkan jutaan orang yang secara aktif hidup di media sosial mengakses informasi keagamaan yang tidak valid sumber dan asal usulnya Bagaimanapun lanjutnya di saat era media sosial membawa bermacam macam jenis informasi ia juga memuat konten yang sumbernya tidak jelas datangnya atau yang kerap disebut berita hoaks Akibatnya alih alih mencerahkan infromasi tersebut justru menjerumuskan pembacanya Helmy Faisal menegaskan kemajuan teknologi informasi ini juga tak jarang yang dimanfaatkan oleh gerakan radikalisme terorisme yang menggunakan media internet untuk menyebarkan pengaruhnya ISIS misalnya Kelompok kekerasan ini menggunakan fasilitas internet untuk menyebarkan ajarannya melalui media kampanyenya yang bernama Dabiq yang dirilis secara online yang selanjutnya dijadikan pedoman bagi kelompok pengikutnya di berbagai negara

Tinggalkan Balasan