Azan di Minneapolis
Azan di Minneapolis

Minneapolis Kota Besar Pertama di AS Izinkan Adzan Berkumandang Lewat Pengeras Suara

Minneapolis – Musim semi ini, Minneapolis, Minnesota, menjadi kota besar pertama di AS yang mengizinkan adzan dikumandangkan secara publik dari puluhan masjid. Masjid-masjid mengikuti langkah Masjid Dar Al-Hijrah yang telah lebih dulu menyiarkan adzan melalui pelantang suara.

Lanskap suara yang berubah adalah bukti komunitas Muslim yang besar dan semakin terlihat. Muslim menyambut perubahan itu dengan perayaan dan kehati-hatian agar tidak menimbulkan reaksi.

“Ini adalah tanda bahwa kita ada di sini,” ucap Yusuf Abdulle, yang memimpin Asosiasi Islam Amerika Utara, jaringan puluhan masjid yang sebagian besar di Afrika Timur.

Setengah dari mereka berada di Minnesota, rumah bagi jumlah pengungsi yang berkembang pesat dari Somalia yang dilanda perang sejak akhir 1990-an. Abdulle mengatakan ketika dia tiba di AS dua dekade lalu, hal pertama yang ia rindukan adalah adzan.

“Kami meninggalkan segalanya dan menjawab panggilan Tuhan,” katanya, Kamis (2/6/2022) lalu.

Irama adzan terjalin ke dalam ritme kehidupan sehari-hari di negara mayoritas Muslim. Tetapi selama kumandang adzan ini menjadi langka bagi pendatang baru di jalan-jalan Minneapolis yang sibuk dengan lalu lintas kota, gemuruh bajak salju di musim dingin, dan latihan sirene tornado di musim panas.

Masjid Al-Hijrah mendapat izin khusus untuk mengumandangkan adzan Ramadhan pada musim semi 2020, ketika Minnesota berada dalam karantina pandemi. Langkah itu diambil agar umat Islam dapat mendengarnya dari rumah.

Di Dar Al-Hijrah sekarang, para tetua mengumandangkan salat tiga kali sehari, menarik perhatian pemuda seperti Mohamad Mooh (17 tahun), yang baru datang lima bulan lalu. Dia mengatakan dia berharap siarannya lebih keras seperti di Somalia di mana panggilan pagi membangunkannya.

“Saya tahu ini sedikit rumit karena masyarakatnya,” tambah Mohamad setelah doa yang dikemas baru-baru ini.

Karena beberapa orang Amerika menentang lonceng gereja pada abad ke-19, adzan telah menyebabkan perselisihan selama bertahun-tahun, dari Duke University hingga Culver City, Kalifornia. Berharap untuk mencegahnya, Pusat Islam Abubakar As-Saddique di Minneapolis selatan, yang menampung sekitar 1.000 pria untuk salat Jumat berencana mengadakan pertemuan dengan tetangga sebelum disiarkan secara publik musim panas ini.

“Kami peduli dengan tetangga. Kita harus berbicara dengan mereka, menjelaskan kepada mereka dan setidaknya berbagi pandangan kita tentang ini,” kata Direktur pusat tersebut Abdullahi Farah.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

amalan bulan rajab

Khutbah Jumat: Keberkahan Di Bulan Rajab

Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ …

ivan gunawan 6 43

Ivan Gunawan Sisihkan Sebagian Rizkinya Untuk Pembangunan Masjid di Uganda

Jakarta – Ivan Gunawan, artis multi telanta yang juga merupakan seorang disainer terkenal mempunyai perhatian …

escortescort