Miss Queen Indonesia
Miss Queen Indonesia

Miss Queen Indonesia 2021, MUI: Aib & Langgar Pancasila, Tak Boleh Digelar di Indonesia

Jakarta— Keponakan Ashanti, Millen Cyrus berhasil menjadi juara satu kontes transgender “Miss Queen Indonesia 2021” yang digelar di Jakarta, Kamis (30/9/2021). Detik-detik Millen Cyrus sebagai juara Miss Queen Indonesia 2021 hadir di laman resmi kontes. Millen terlihat tegang jelang pengumuman. “The winner is…,” kata host di acara Miss Queen Indonesia 2021.

Terdengar suara lantang dari penonton berteriak nama rival Millen Cyrus, Catalya Grande. Namun sosok yang kemudian dibacakan MC adalah pria bernama asli Muhammad Millendaru Prakasa. “Satu dua tiga, Millen Cyrus!” ujar si host melanjutkan pengumuman.

Menanggapi ajang itu, Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Utang Ranuwijaya menilai,ajang-ajang tersebut mestinya tidak boleh diadakan di Indonesia. Pasalnya, Indonesia adalah negara berasaskan Pancasila yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama, sesuai sila pertama, yaitu ketuhanan yang Maha-Esa.

“Ajang-ajang seperti Miss Queen transgender mestinya tidak boleh diadakan di Indonesia. MUI melalui Munas ke-8 tahun 2010 telah mengeluarkan fatwa tentang transgender. Dalam fatwa tersebut disebutkan kalau mengganti jenis kelamin (transgender) hukumnya haram termasuk pihak yang membantu melakukan ganti kelamin itu,” kata Utang dikutip dari laman Republika.co.id, Minggu (3/10/2021).

Utang menjelaskan beda halnya dengan penyempurnaan jenis kelamin yang disebut dengan khuntsa. Operasi penyempurnaan jenis kelamin ke arah yang lebih dominan diperbolehkan. Segala bentuk kegiatan yang dengan sengaja ingin mempertontonkan kegiatan transgender ke publik adalah tidak baik atau bahkan bisa disebut perilaku buruk.

“Pertama, melakukan transgender itu sendiri dilarang oleh agama baik laki-laki menjadi perempuan atau perempuan menjadi laki-laki. Dalam ajaran Islam, sekadar mencabut bulu uban atau bulu alis saja ada aturannya apalagi mengubah jenis kelamin,” jelasnya.

Baca Juga:  MUI: Vaksin Sinovac Harus Penuhi Standar Halal dan Thoyyib

Kedua, lanjut Utang, perilaku seseorang yang seperti ini menunjukan bahwa dia mengalami kelainan kejiwaan yang mestinya diobati bukan dilombakan atau dipertontonkan di depan publik.

“Atas dasar tersebut maka perbuatan transgender adalah aib bukan prestasi,” kata dia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ustaz Adi Hidayat

UAH: Luangkan Waktu Bersama Bantu Ringankan Penderitaan Para Korban dan Keluarga

Jakarta – Tragedi Kanjuruhan menewaskan sedikitnya 125 orang usai kekalahan tuan rumah Arema Malang dari …

Tabur bunga Aremania kenang korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan, Ulama Harus Ikut Menyinari Dunia Sepak Bola Indonesia dengan Nilai Agama

Surabaya – Para ulama sudah seharusnya hadir di berbagai lini, tidak sekadar melakukan istighatsah, dan …