Zuly Qodir
Zuly Qodir

Muhammadiyah dan Aisyiyah Harus Jadi Lilin di Tengah Kegelapan

Yogyakarta – Muhammadiyah dan Aisyiyah harus menjadi lilin di tengah kegelapan akibat persoalan keumatan yang semakin kompleks.Hal itu ditegaskansosiolog dari Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah,Dr.  Zuly Qodir.

“Dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus menjadi lilin di tengah kegelapan,” kata Qodir dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Dakwah Inklusif di Komunitas yang digelar di Ruang Sidang Kantor PP Aisyiyah, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya dakwah yang dilakukan Muhammadiyah dan Aisyiyah belum tersebar secara maksimal. Terlebih di media sosial yang sebenarnya dapat menjangkau generasi muda, terutama milenial.

Untuk itu, Muhammadiyah dan Aisyiyah harus mengikuti dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang terus terjadi. Dengan demikian seluruh lapisan masyarakat dapat dijangkau dan solusi dari berbagai permasalahan pun dapat diatasi.

“Dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah harus kontekstual dan disebarkan sebanyak mungkin melalui media sosial. Juga jangan lepas dari tujuannya untuk memberdayakan dan mencerahkan,” ujar Qodir dikutip dari laman republika.co.id.

Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini menjelaskan terkat dakwah inklusif yang sudah dilakukan oleh Muhammadiyah dan Aisyiyah selama ini. Menurutnya, dakwah tersebut sudah dijalankan secara inklusif, namun belum optimal.

Ia menguungkapkan, dalam konteks berdakwah, Muhammadiyah dan Aisyiyah juga harus bersifat bersifat ‘problem solving’. Sehingga, setiap masalah yang ada di tengah masyarakat dapat didekati dan diselesaikan dengan dakwah.

Artinya, tidak hanya mengajak kepada yang baik. Namun, juga memberi kontribusi dalam konteks bernegara dan berbangsa. Walaupun menguatkan masyarakat menjadi tanggung jawab negara, Muhammadiyah dan Aisyiyah turut mengambil peran dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Yakni dengan dakwah berkemajuan yang terus dikedepankan.

“Kehadiran Muhammadiyah dan Aisyiyah sejak awal seperti itu, sebagai organisasi yang meraih, menuju, mendorong kepada kebaikan. Kebaikan itu baik yang sifatnya fisik, kebutuhan masyarakat dan memajukan alam pikiran,” kata Noordjannah.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

malam nisfu sya'ban

Sya’ban: Bulan yang Dilupakan, Padahal Penentu Kualitas Ramadan

anpa banyak disadari, kita kembali berjumpa dengan bulan Sya’ban—bulan kedelapan dalam kalender Hijriah—yang menandai bahwa …

alissa wahid 1768960248350

Alissa Wahid : Petugas Haji Indonesia Salah Satu yang Terbaik

Jakarta – Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid menilai petugas haji Indonesia selama ini dikenal …