nasihat syekh abdul qodir

Belajar “Sombong” dari Syaikh Abdul Qodir al-Jailani

Syaikh Abdul Qodir hidup pada masa antara 470-561 H dan selama 37 tahun menetap di Baghdad, tepatnya pada periode khalifah atau lima pemerintahan dari Khalifah Dinasti Abbasiah.  Syaikh Abdul Qodir memiliki nama lengkap Abu Salih Sayyidi Abdul Qadir ibn Musa ibn Abdullah ibn Yahya al-Zahid ibn Muhammad ibn Dawud ibn Nusa al-Jun ibn Abdullah al-Mahdi ibn al-Hasan al-Mutsana Ibn al-Hasan ibn Ali bin Abi Talib.  Orang-orang lebih senang menyebutnya dengan Syaikh Abdul Qodir al-Jaelani.  Syaikh Abdul Qodir  al-Jaelani lahir pada tahun 470 H, lalu wafat pada tahun 561 H dan dimakamkan di daerah Baghdad.

Riwayat perjalanan Abdul Qodir dapat dijumpai diberbagai literatur buku yang dikarang oleh Abdul Qodir sendiri. Seperti Kitab Siir Asrara Fi Ma Yahtajuu Ilayhi al-Arbar, Almawahib ar-Rahmaniyya Wa al-Futuh al-Rabbaniyya Fi Maratib al-Akhlaq al-Sawiyya wa al-Maqamat al-Irfaniyyat, Djala’ al-Khatir, Yawakit al-Hikam, Malfudzat-i Jalali, Syarh-i Ghautsiaya Wa Ghayra, Khamsata ‘Asyara Maktuban, Al-Fuydhat al-RabbaniyahAl-Fath Rabbany, Futuh al-Ghayb, dan al-Ghunyyah Li Thalibi al-Haq Azza Wa Jalla.

Selain itu, kisah hidup Syaikh Abdul Qodir juga banyak ditulis oleh beberapa muridnya. Salah satunya Kitab Lujanu ad-Dain Fi Manaqibi al-Quthbi ar-Rabbani Syaikh Abdil Qodir al-Jaelani karangan Syaikh Ja’far al-Barzanji. Dalam kitab ini telah banyak diceritakan tentang riwayat hidup Muhyl al-Din wa al-Sunnah ini.

Sombongnya Syaikh Abdul Qodir

Dalam Kitab Lujanu ad-Dain pula banyak diceritakan kisah hidup Syaikh Abdul Qodir. Salah satu kisah yang bagi penulis menarik adalah tentang kesombongan Syaikh Abdul Qodir saat ditemui oleh salah seorang ibu-ibu dari muridnya. Dalam kitab ini dituliskan :

ومن كراماته ايضا ان امراءة اتته بولدها ، لتشوقه الى صحبة وسلوك طريق السلف ، فراته يوما نحيلا وراءته ياءكل خبز شعير ، ودخلت على الشيخ ووجدت بين يديه عظم دجاجة ملعوقة ، فساءلته عن المعنى في ذالك، فوضع الشيخ يده على العظام ، وقل لها قومى باذن الله تعالى الذي يحيى العظم وهي رميم ! فقامت ادجاجة سوية وصاحت : لااله الا الله ، ومحمد رسول الله الشيخ عبد القادر ولي الله رضى الله عنه فقال لها : اذا صار ابنك هكذا فلياءكل م شاء

Diceritakan bahwa saat itu ada seorang Ibu-ibu yang dating ke tempat Syaikh Abdul Qodir. Ternyata Ibu tersebut ingin menjenguk seorang putranya yang sedang menimba ilmu di tempat Syaikh Abdul Qodir. Namun alangkah terkejutnya sang ibu, dia mendapati anaknya dalam keadaan kurus kering. Di mana setiap harinya anaknya hanya memakan roti kering saja. Kejengkelan sang ibu semakin menjadi-jadi saat mendapati Syaikh Abdul Qodir sedang menyantap daging ayam yang cukup besar.

Baca Juga:  Cara Mudah Meraih Lailatul Qadar Menurut Ulama Salaf

Melihat gelagat ibu tersebut, Syaikh Abdul Qodir kemudian berkata, “Hai tulang-tulang sekalian, jadilah ayam utuh seperti sediakala dengan izin Allah Ta’ala yang bisa menghidupkan apa-apa yang sudah mati,” dalam sekejap, tulang-tulang tersebut menjadi Ayam seperti semula. Ayam tersebut berkokok aneh, “la ilaha illallah muhammadurrasulullah syekh abdul qodir waliyullah”

Seketika Syekh Abdul Qodir berkata kepada ibu tersebut, jika anakmu bisa melakukan seperti aku, maka silahkan makan apapun yang anakmu suka. Melihat kesombongan Syaikh Abdul Qodir, ibu tersebut diam mematung dan mengaminkan perkataan Syaikh Abdul Qodir. Akhirnya, ibu tersebut pulang dengan keyakinan bahwa putranya sudah berada di temapt yang tepat. Dan tentu saja sudah belajar kepada sosok guru yang tepat.

Dari kisah kesombongan Syaikh Abdul Qodir ini, terdapat hikmah yang dapat dipetik. Seorang murid yang sedang menuntut ilmu harus menjauhi kenikmatan-kenikmatan dunia yang menyebabkan kita lupa apa yang menjadi tujuan kita dalam belajar. Dianjurkan pula bahwa untuk tirakat dalam menuntut ilmu, sebagai ajang mendekatkan diri kepada yang mempunyai lautan ilmu. Syekh Abdul Qodir melalui ckisah ini memberi pelajaran kepada kita agar seorang pelajar berusaha untuk menjaui kenikmatan dunia yang dapat mengganggu proses belajar.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About M. Arif Rohman Hakim

Avatar
Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta