Ngopi Lan Ngaji ala Habib Assegaf
Ngopi Lan Ngaji ala Habib Assegaf

‘Ngopi Lan Ngaji’ Cara Habib Assegaf Berikan Pemahaman Syariat Islam Kepada Milenial

Surabaya – Harus diakui di tengah kemajuan teknologi ini manusia harus bisa menyesuaikan diri dalam berkomunikasi. Seperti berdakwah, kalau dulu berdakwah harus dilakukan di masjid, kini dakwah bisa dilakukan di berbagai tempat, bahkan melalui online

Selain itu tren kehidupan generasi milenial yang lebih suka nongkrong di kafe atau tempat minum kopi daripada di masjid, juga harus disikapi dengan mengubah cara berdakwah. Hal itulah yang mendorong Habib Muhammad Assegaf membuat terobosan dalam berdakwah. Ia memilih memberikan pencerahan dan pemahaman yang bai k kepada milenial di warung-warung kopi.

Dikutip dari detikcom, Senin (10/5/2021), Habib Muhammad Assegaf mengusung konsep ‘Ngaji lan Ngopi’ dengan menyampaikan ceramah yang bisa dipahami dan mudah dicerna oleh para muda-mudi di warung kopi.

“Kegiatan ‘Ngaji Lan Ngopi” ini sudah berjalan sejak sebelum pandemi atau sekitar dua tahun lalu,” ujar Habib Assegaf berdakwah kepada milenial di sebuah warung kopi di kawasan Lakarsantri, Surabaya.

Ia mengaku termotivasi melakukan kegiatan ini lantaran ingin mendekati pemuda-pemuda yang sering ke warung kopi dan enggan datang ke majelis-majelis agar mendapatkan siraman rohani.

“Kita harus punya program yang prinsipnya itu jemput bola. Karena di akhir zaman sudah bukan lagi orang yang datang ke ulamanya, tapi ulama nya yang perlu datang ke yang didakwahi, istilahnya jemput bola lah,” kata Habib Assegaf.

Untuk bisa mengubah rutinitas pemuda yang gemar ke warung kopi tidaklah mudah. Untuk itu, Habib Assegaf tepat di bulan Ramadhan ini kembali memberikan tausiah. Tausiah yang disampaikan oleh Habib Assegaf terkait kajian-kajian syariat yang di sisipkan materi tentang tata cara wudu, salat, dan mandi besar.

“Rata-rata memang teman-teman yang nol daripada pendidikan syariat, sehingga perlu bagi kita di materinya kita isi tentang kajian-kajian syariat. Jadi kita sisipkan bagaimana caranya mandi besar, wudu, salat, dan lain-lain, kita ajarkan ke mereka,” ungkap Habib Assegaf.

Baca Juga:  Arab Saudi Terus Buka Diri, Sekarang Toko Tak Wajib Tutup Pada Jam Salat Lima Waktu

Dalam memberikan tausiah, Habib Assegaf tidak sendirian. Ia menggandeng host atau pembawa acara yang kocak dengan gaya khas Suroboyan agar suasana tidak menjadi canggung dan bosan.

Bahkan dengan gaya tersebut, para pengunjung warkop bisa memberanikan diri untuk bertanya tentang hal-hal pemahaman agama Islam yang kurang dimengerti. Tidak hanya itu, bagi muda-mudi yang berani bertanya akan diberikan giveaway oleh penceramah.

“Tujuannya supaya bisa diterima lagi oleh kawula muda yang enggan ke majelis-majelis yang formal. Bahkan ada giveaway juga kepada jemaah, yang bisa jawab sesi tanya jawab dapat hadiah, pertanyaannya bebas, tidak harus tentang yang dibahas, bisa tanya jawab tentang tayamum, wudu, adab bergaul dalam rumah tangga,” lanjut Habib Assegaf.

Sedangkan di bulan Ramadhan ini, Habib Assegaf memberikan materi yang disampaikan terkait puasa Ramadhan, baik tata cara puasa dan rukun serta apa saja yang membatalkan puasa.

“Di dalam bulan Ramadhan ini kita bikin kajian tentang puasa, problematika tentang puasa. Puasa itu rukunnya ada berapa, syaratnya orang puasa seperti apa, yang membatalkan puasa itu seperti apa, karena selama ini masih banyak sekali temen-teman yang salah praktik puasanya, bahkan sampai batal, itu kita bahas,” lanjut Habib Assegaf.

Kegiatan ‘Ngaji lan Ngopi’ yang sudah berjalan selama dua tahun ini sudah ada puluhan titik yang sering didatangi. Namun karena pandemi, ‘Ngaji lan Ngopi’ ini hanya berjalan di beberapa titik. “Sekarang sudah ada 27 titik ‘Ngaji Lan Ngopi’ di Surabaya dan Krian, Sidoarjo. Cuma karena pandemi ini terputus semuanya dan hanya beberapa saja yang aktif,” tandas Habib Assegaf.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …