launching press conference forum r
launching press conference forum r

PBNU Undang Pemimpin Sedunia Pada Gelaran R20 Dengan Mengusung Topik Hubungan Antar Kelompok Agama

Jakarta – Hubungan antara agama menjadi salah satu topik yang selalu hangat untuk dibahas, berbagai konflik dibelahan dunia seringkali terjadi karena hubungan yang kurang harmonis antara satu kelompok agama dengan agama lainya atau boleh jadi satu oknum penganut agama dengan oknum penganut agama lainya, padahal hampir semua agama mempunyai nilai-nilai rahmat dan kasih antara sesama manusia.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempunyai konsen yang begitu mendalam terkait persoalan perdamaian antara agama agar perdamaian didunia dapat tercipta dan tidak ada lagi konflik atas nama agama, maka pada tanggal 2 – November 2022 PBNU akan menggelar Forum Religion of Twenty (R20) di Bali dengan mengundang pemimpin agama sedunia.

Salah satu topik utama yang diusung dalam pertemuan ini adalah persoalan hubungan antaragama di dunia.
Keterangan ini dijelaskan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf melalui kegiatan Launching Press Conference Religion Forum (R20) International Summit of Religious Leaders di The Ritz Carlton, seperti dilansir dari laman detik.com Jakarta pada Rabu (7/9/2022).

Menurut Gus Yahya, begitu sapaan akrabnya, topik utama soal hubungan antarkelompok agama ini merujuk pada historical grievances atau segala perkara yang secara historis menjadi beban maupun luka bagi kelompok utama agama tertentu.

“Harus diakui, selama berabad-abad hubungan antarkelompok agama ini adalah hubungan saling menyakiti,” tutur dia.

Untuk itu, kata Gus Yahya, perlu ada disuksi yang dilandasi dengan kejujuran dan keterbukaan. Terutama soal luka-luka seperti apa yang selama ini dirasakan oleh agama tertentu.

“Kita sampaikan apa sebetulnya luka-luka kita ini. Apa sebetulnya kenyataan (yang terjadi). Kita sampaikan kebenaran yang terjadi dan lakukan rekonsiliasi,” kata Gus Yahya.

Di samping itu, masalah lain yang juga disoroti dalam forum rangkaian dari kegiatan menyambut satu abad NU ini adalah rekontekstualisasi norma-norma agama. Pasalnya, menurut Gus Yahya, ada sejumlah norma agama yang justru dijadikan pembenaran dalam konflik antaragama seperti diskriminasi hingga persekusi.

Mengenai topik ini, Gus Yahya mengambil contoh salah satu kelompok agama yang pernah melakukan rekontekstualisasi norma agama yaitu Yahudi Masorti. Mereka adalah kelompok yang mengklaim rigid dengan aturan tekstual namun bersedia melakukan reinterpretasi.

“Tahun 2016, mereka menyelenggarakan forum dan menghasilkan dokumen pertobatan,” cerita dia.

“Secara terbuka dan terus terang, mereka mengelaborasi berbagai macam norma agama Yahudi dalam dokumen tersebut dan menyatakan norma tersebut sudah tidak dapat dipertahankan dan minta direkonstektualisasi,” lanjutnya lagi.

Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang ini juga menjelaskan aksi serupa yang pernah dilakukan oleh NU. Tepatnya dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama NU pada 2019, hasilnya menyatakan, kategori kafir tidak lagi relevan dalam negara bangsa.

“Tidak ada lagi diskriminasi dan persekusi atas dasar perbedaan latar belakang agama. Nah ini yang ingin kita angkat dalam R20,” katanya.

Selanjutnya, kata Gus Yahya, topik terakhir yang akan diangkat dalam forum R20 adalah pengidentifikasian nilai-nilai yang dipegang dan dipercayai bersama di seluruh agama. Dengan nilai tersebut, diharapkan dapat menciptakan kehidupan damai antaragama.

“Seperti nilai tentang rahmat, nilai tentang martabat manusia, nilai tentang keadilan dan lain sebagainya. Ini perlu kita identifikasi secara rinci dan jelas,” terangnya.

Sebab menurutnya, kehidupan bermasyarakat saat ini perlu memiliki ukuran yang jelas dalam toleransi. Harapannya agar tetap mencapai aspek koeksistensi secara damai di tengah-tengah perbedaan yang ada.

Sebagai informasi, R20 merupakan pertemuan antarpemuka agama di dunia yang digagas oleh PBNU dengan menggandeng Liga Muslim Dunia. Agenda tersebut akan digelar pada 2-3 November 2022 di Nusa Dua, Bali yang termasuk dalam rangkaian Engagement Group dari Presidensi Group of Twenty (G20).

Setidaknya ada 50 pemimpin agama dari seluruh dunia yang berkomitmen untuk hadir. Angka tersebut dimungkinkan akan terus bertambah hingga 70-100 pemimpin agama dengan jumlah peserta sebanyak 400 orang.

Sejumlah pembicara yang resmi hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Guru Besar Hukum Harvard University Prof. Mary Ann Glendon, Sekjen World Evangelical Alliance Jerman Bishop Thomas Schirrmacher, dan President of the Pontifical Council for Interreligious Dialogue Vatikan His Eminence Miguel Ángel Cardinal Ayuso Guixot.

Turut mengundang Wakil Rektor Federal University of Rio de Janeiro Brazil Prof. Alexandre Brasil Fonseca, Ketua Komunitas Muslim Italia Imam Yahya Pallavicini, Pemimpin Seminario Rabinico Latinoamericano atau Yahudi dari Argentina Rabbi Silvina Chemen, dan Pemimpin Hindu India Sri Ram Madhav Varanasi sebagai pembicara Forum R20.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

amalan bulan rajab

Khutbah Jumat: Keberkahan Di Bulan Rajab

Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ …

ivan gunawan 6 43

Ivan Gunawan Sisihkan Sebagian Rizkinya Untuk Pembangunan Masjid di Uganda

Jakarta – Ivan Gunawan, artis multi telanta yang juga merupakan seorang disainer terkenal mempunyai perhatian …

escortescort