sejumlah jamaah calon haji dan umroh mengikuti pelatihan manasik
sejumlah jamaah calon haji dan umroh mengikuti pelatihan manasik

Pemerintah Arab Saudi Beri Kuota Haji 100.051, Kemenag Diminta Prioritaskan Jamaah Lansia

JAKARTA – Melandainya angka Covid- 19 dalam beberapa bulan terakhir membawa berkah bagi calon Jamaah Haji asal Indonesia. keinginan untuk segera berangkat ke Tanah Suci Makkah akan segera terwujud, hal itu setelah Pemerintah Arab Saudi membuka kran ibadah Haji dan Umrah pada tahun 2022.

Indonesia sendiri mendapatkan kuota 100.051, untuk keberangkatan tahun 2022. Meski tidak sebanyak kuota tahun – tahun sebelumnya, namun kuota tersebut patut di syukuri karena calon jamaah dapat berangkat untuk mengurai daftar tunggu agar tidak semakin lama.

Terkait dengan mekanisme keberangkatan Calon Jamaah Haji, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI) Ismed Hasan Putro meminta kepada Kementerian Agama (Kemenag) untuk memprioritaskan calon jamaah lanjut usia (lansia). Sebab, menurut dia, pada tahun ini Indonesia hanya mendapatkan kuota haji 100.051 jamaah.

“Saya cenderung untuk pemerintah memprioritaskan orang-orang yang ada di antara umur 62 sampai 65 tahun itulah yang diprioritaskan untuk diberangkatkan semuanya,” ujat Ismed seperti dilansir dari laman Republika.co.id, Rabu (4/5).

Seperti diketahui, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menetapkan kuota haji sebanyak 1 juta jemaah untuk tahun 2022. Jumlah kuota haji internasional yang diberikan ke Indonesia adalah 100.051 jamaah, paling besar dibanding negara-negara asal jamaah internasional lainnya.

Namun, menurut Ismed, terbatasnya kuota jamaah tahun ini menimbulkan masalah baru bagi Kemenag untuk menetapkan siapa yang jamaah yang akan diperangkatkan lebih dulu.

“Tentu saja ini persoalan yang cukup serius karena kuota kita kan tidak sepunuhnya, walaupun kita harus bersyukur karena kan kita diberikan kuota terbesar di antara negara-negara lain. Tetapi, tetap saja ini menimbulkan masalah baru bagi Kemenag,” kata dia.

Ismed menjelaskan, bagi jamaah haji yang berusia  65 tahun ke atas mungkin lebih mudah bagi Kemenag untuk menverifikasi mereka. “Tapi untuk yang di bawah umur 65 tahun, bagaimana pemerintah untuk menentukannya? Apa pra syarat yang akan diberikan kepada para calon jamaah haji di antara 100 ribu orang untuk diberangkatkan dan tidak diberangkatkan, apa kriterianya?,” kata Ismed.

“Nah di sini menurut hemat saya harus ada transparansi dari pemerintah,” kata dia.

Dia pun mengusulkan kepada pemerintah untuk memprioritaskan para jamaah yang sudah lunas. Kedua, kata dia, pemerintah harus memilih orang-orang yang usianya sudah di atas 63 tahun.

“Mengapa? Karena jangan sampai tahun depan mereka tidak bisa berangkat karena menunggu. Sementara, umur mereka sudah 65 tahun, akhirnya dia tidak berangkat lagi,” ujar Ismed.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

amalan bulan rajab

Khutbah Jumat: Keberkahan Di Bulan Rajab

Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ …

ivan gunawan 6 43

Ivan Gunawan Sisihkan Sebagian Rizkinya Untuk Pembangunan Masjid di Uganda

Jakarta – Ivan Gunawan, artis multi telanta yang juga merupakan seorang disainer terkenal mempunyai perhatian …

escortescort