Kapitra Ampera
Kapitra Ampera

Pernyataan Akan Pimpin Revolusi Justru Rugikan HRS

Jakarta – Pernyataan soal Habib Rizieq Shihab (HRS) akan memimpin revolusi bila sudah pulang ke Indonesia sangat disayangkan oleh mantan pengacara HRS sendiri, Kapitra Ampera. Ia menilai justru pernyataan itu membuat Habib Rizieq merugi.

“HRS menurut saya belum akan pulang dalam waktu dekat, kedua, statement HRS pulang akan memimpin revolusi justru itu merugi HRS,” kata Kapitra di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Kapitra mengatakan belum pernah ada sejarah pemberontak akan menang. Apalagi melihat kondisi kesolidan umat Islam yang berbeda saat ini. Kini, umat Islam tidak lagi melihat permasalahan berdasarkan emosional keagamaan, melainkan realitas kehidupan. Hal ini berbeda saat menyikapi kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus penistaan agama.

“Belum pernah sejarahnya di Indonesia pemberontak menang, mereka akan berhadapan dengan angkatan perang negara yang memiliki mesin perang, ketika situasi kesolidan umat Islam berbeda waktu menyikapi kasus ahok, umat islam sekarang melihat permasalahan tidak lagi didasari emosional keagamaan tetapi pada realitas kehidupan,” ujarnya.

Menurutnya, jika HRS pulang memimpin revolusi, justru akan timbul penolakan dari masyarakat. Ormas terbesar NU dan Muhammadiyah pun dinilainya akan realistis menyikapi permasalahan, terlebih lagi, orang yang menduduki jabatan wapres saat in berasal dari NU.

“Jadi kalau HRS pulang memimpin revolusi, maka penolakan itu muncul dari umat Islam sendiri karena ormas terbesar itu ada pada NU dan Muhammadiyah yang sangat realistis dalam menyikapi perbedaan apalagi wapresnya dari NU, keempat kelompok HRS harus menyuarakan penciptaan kedamaian dan kerukunan bangsa bukan perpecahan,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Umum FPI Munarman mengungkapkan makna revolusi yang akan dipimpin Habib Rizieq Syihab jika tiba di Indonesia. Munarman menyebut revolusi itu adalah revolusi akhlak.

Baca Juga:  Bila Macron Tak Minta Maaf, Pengamat: Sekolah dan Rumah Sakit Bisa jadi Target Serangan

“Soal pernyataan bahwa Habib Rizieq akan pimpin revolusi, saya juga mau katakan sekarang ini Pak Jokowi mengatakan revolusinya adalah revolusi mental, kenapa ketika Habib Rizieq mengeluarkan kata revolusi, memimpin revolusi itu dipersoalkan? Jadi secara per definisi, revolusi itu adalah perubahan yang cepat itu yang dimaksud, perubahan cepat dalam soal apa? Kalau rezim Pak Jokowi dengan pimpinan Pak Jokowi membuat slogan revolusi mental, maka Habib Rizieq menyuarakan, dan membawa, serta akan memimpin revolusi akhlak,” kata Munarman, seperti dilihat di YouTube Front TV, Minggu (18/10/2020).

Munarman menjelaskan, revolusi akhlak itu mengubah perilaku agar meneladani sikap Nabi Muhammad SAW. Dia mencontohkan revolusi akhlak seperti mengubah perilaku orang yang tadinya sering berbohong menjadi tidak berbohong dan yang tadinya sering meninggalkan salat jadi sering salat.

“Akhlak seperti apa? Menjadi akhlak kepada Rasulullah, akhlak yang berdasarkan Al-Qur’an dan Assunnah, akhlak yang dari orang suka bohong direvolusi jadi tidak bohong, orang yang tidak suka salat menjadi orang yang suka salat, orang yang suka khianat jadi tidak khianat, itu yang mau diajak oleh Habib Rizieq, revolusi orang yang terjajah menjadi tidak tertindas, orang yang dizalimi jadi orang yang bebas dari penzaliman,” jelasnya.

Pernyataan soal Habib Rizieq akan memimpin revolusi pertama kali diucap oleh Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis. Sahbri menyebut Habib Rizieq akan segera pulang ke Indonesia dan memimpin revolusi.

Bagikan Artikel

About redaksi

Avatar