Pondok pesantren
Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, bangsa Indonesia menyebarkan ajaran Islam ke seantero Nusantara.

Hal itu dikatakan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Amany Lubis saat webinar ‘Aktualisasi Potensi Pesantren untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Bangsa’ yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Jumat (22/10/2021).

“Itu adalah peran pesantren dan para santri serta santriwati,” kata Prof Amany saat webinar ‘Aktualisasi Potensi Pesantren untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Bangsa’ yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Jumat (22/10).

Di momen Hari Santri 2021, Prof Amany berharap, para santri dan santriwati semakin mantap, maju dan berkibar perannya di Indonesia serta dunia. Indonesia memiliki jumlah pesantren terbanyak di dunia, lebih dari 35 pesantren terdata di Kementerian Agama (Kemenag). Mungkin masih ada pesantren yang tidak terdata di Kemenag.

Menurutnya, gelar santri dan santriwati adalah gelar yang tidak hilang saat mereka lulus dari pesantren. Penyebutan santri tidak berhenti saat mereka selesai belajar di pesantren. Sampai dewasa bahkan sampai tua masih menamakan dirinya sebagai santri, karena pendidikan yang diperoleh di pesantren itu tidak hilang, bahkan menjadi semakin kuat.

Ia menjelaskan, tidak sedikit santri yang mendirikan pesantren setelah lulus dari pesantren. Mereka mengembangkan ilmu dan wawasan yang sudah didapat dari pesantren dengan mendirikan lagi pesantren.

“Untuk itu menjadi sangat monumental pemerintah Indonesia menjadikan satu peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober,” ujarnya dikutip dari laman ihram.co.id.

Prof Amany menambahkan, pesantren sudah lama dikenal sebagai lembaga yang menjalankan pendidikan, tapi untuk menghidupi pesantren dilakukan secara swadaya atau swakelola. Peran pemerintah di pesantren memang cukup besar membantu dalam beberapa segi, tetapi secara umum pesantren dikelola secara mandiri.

Baca Juga:  Pemerintah Akan Terapkan New Normal Rumah Ibadah: Begini Sikap NU, Muhammadiyah Hingga PGI

“Artinya pesantren bisa menghidupi pesantrennya sendiri, bahkan banyak sekali orang tua yang sengaja menitipkan putra dan putrinya di pesantren karena memang tidak punya kemampuan untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang berbayar,” jelasnya.

Ia menegaskan, di sinilah peran pesantren yang besar bagi bangsa Indonesia. Memiliki peran sosial dan peran pendidikan yang sangat tinggi di Tanah Air.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Cholil Nafis

Masalah Warisan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Ini Jawaban KH Cholil Nafis

Jakarta – Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Ardiansyah meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas, beberapa …

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Ajakan Tak Digubris Ketua Umum, Rais Aam PBNU Putuskan Gelar Konbes Jelang Muktamar 7 Desember

Jakarta – Suasana jelang pelaksanaan Muktamar ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin panas. Hal …