Akhlak mulia Nabi tidak dibatasi dengan perbedaan agama karena Nabi ingin menebar rahmat kepada semesta alam. Dalam persoalan ketuhanan dan peribatdan Nabi sangat tegas. Namun, dalam interaksi sosial Nabi sangat menghargai dan menghormati.


Bangsa ini mudah terjebak dalam pengangungan identitas kelompok. Masyarakat terlihat mudah marah dan tersulut karena perbedaan. Tidak ada penyelesaian kekeluargaan dan musyawarah yang bisa menyejukkan. Apalagi ketika perbedaan ini dibawa dalam kepentingan politik yang bernuansarakan SARA. Susah sekali dicairkan.

Lalu dengan perbedaan itu masih adakah peluang untuk bertoleransi dan saling menghargai antar berbeda agama. Di tengah keberagaman seperti saat ini, umat Islam wajib meneladani perilaku dan sikap yang dicontohkan Nabi. Jika umat Islam ingin mencari model terbaik manusia paling toleran, dialah Nabi Muhammad.

Nabi pernah memberikan izin umat lain beribadah di Masjid, ketika ada 60 orang Nasrani Najran datang ke Madinah untuk menemui Rasul. Sahabat kaget, geram dan marah, tetapi Nabi meminta mereka untuk membiarkannya. Nabi juga melakukan interkasi ekonomi (muamalah) dengan umat lain dan bertetangga dengan non-muslim.

Nabi pun sering menerima tamu non muslim dan berdiskusi tentang keagamaan.Banyak kisah-kisah Nabi menerima tamu dan kunjungan rombongan yang berbeda agama. Tidak hanya di Madinah ketika Nabi di Makkah sudah sering berinteraksi dan menerima tamu yang berbeda keyakinan.

Dari beberapa kisah, di Makkah Nabi pernah menerima rombongan tamu yang terdiri dari pendeta Nasrani Habasyah berjumlah 70 orang. Di Makkah pula Nabi pernah menerima tamu dari kamu kafir Quraisy. Di Madinah pergaulan Nabi tambah luas dengan menerima banyak tamu yang beragam. 

Interaksi Nabi tidak dibatasi oleh perbedaan agama, suku dan etnis. Inilah contoh yang diberikan oleh sang teladan kepada umatnya.

Bahkan dalam urusan berdoa pun, Nabi memberikan contoh yang sangat baik. Ketika didesak oleh para sabahat untuk mendoakan laknat terhadap suku Daus yang jelas membenci Islam, Nabi menuruti keinginan sabahat dengan berdoa: Artinya : Ya Allah berilah petunjuk pada kaum Daus (HR Bukhori-Muslim).

Akhlak mulia Nabi tidak dibatasi dengan perbedaan agama karena Nabi ingin menebar rahmat kepada semesta alam. Dalam persoalan ketuhanan dan peribatdan Nabi sangat tegas. Namun, dalam interaksi sosial Nabi sangat menghargai dan menghormati.

Interaksi Nabi tidak dibatasi oleh perbedaan agama, suku dan etnis. Inilah contoh yang diberikan oleh sang teladan kepada umatnya.

Suatu hari Rasulullah mendapati rombongan yang mengangkut jenazah lewat di hadapan beliau. Nabi pun berdiri menghormati. Sahabat beliau segera memberi tahu seakan menegor dengan nada seolah protes, “Itu jenazah orang Yahudi.”

“Bukankah ia juga manusia?” sahut Rasulullah.

Dialog singkat ini menggambarkan betapa rasulullah sangat menghormati manusia karena kemanusiaannya. Rasulullah adalah model terbaik dari praktek toleransi. Jangan pernah mengaku pengikut Nabi jika tidak pernah meneladani praktek toleransi yang dilakukan oleh Nabi.