Abdul Muti di tengah tokoh dunia membahas peran agama dan pendidikan dalam membentuk perdamaian umat manusia
Abdul Muti di tengah tokoh dunia membahas peran agama dan pendidikan dalam membentuk perdamaian umat manusia

Sekum Muhammadiyah Bicara Peran Pendidikan Dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia di Vatikan

Vatikan  – Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, berbicara mengenai peran penting pendidikan dalam mewujudkan perdamaian dunia dalam forum pertemuan para pemimpin agama dunia di Vatikan. Mu’ti adalah satu dari 19 tokoh dunia yang hadir dan merupakan satu-satunya wakil dari Asia Tenggara di pertemuan tersebut.

Seperti dikutip dari situs Muhammadiyah, Kamis (7/10/2021), forum tersebut bertajuk ‘Religions and Education: Toward a Global Compact on Education’. Mu’ti berada satu meja dengan pemimpin Katolik dunia Pope Francis dan mufti agung Al-Azhar Syaikh Ahmad al-Tayyeb dan 15 tokoh agama dunia.

Forum The Representatives of Religions ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Guru Internasional yang telah ditetapkan UNESCO sejak 1994. Forum ini merancang kesepakatan bersama tentang pendidikan dunia yang inklusif dan berdampak pada perdamaian seluruh umat manusia di masa depan.

Dihadapan pemimpin Katolik dunia Pope Francis dan mufti agung Al-Azhar Syaikh Ahmad al-Tayyeb dan tokoh dunia lainnya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kerusakan alam, apapun sebabnya, adalah tanggung jawab semua manusia.

“Dalam ajaran Islam, manusia adalah khalifah Allah yang bertanggung jawab untuk mewujudkan dunia yang sejahtera dan aman. Tingkah laku manusia terhadap alam merupakan pembeda dari kualitas kesalehan,” kata Mu’ti.

“Orang percaya sejati memperlakukan alam dengan perlakuan terbaik. Sebaliknya, pengkhianatan dan kiamat terus menerus merusak alam karena ketidaktaatan kepada Tuhan,” sambung Mu’ti.

Pada konteks ini, Mu’ti menjelaskan kepada para tokoh dunia bahwa Muhammadiyah bergerak progresif. Pertama, Muhammadiyah memasukkan isu alam sebagai salah satu program prioritas dalam Muktamar ke-47 di Makassar tahun 2015.

“Dalam hal ini, Muhammadiyah memiliki lima program. Pertama, menerbitkan setidaknya dua buku yaitu Fikih Air dan Fikih Lingkungan. Buku-buku ini menguraikan teologi Islam, hukum, dan tanggung jawab atas air dan alam. Kedua, mengorganisir gerakan lokal untuk menyelamatkan alam melalui sedekah sampah. Ketiga, mendidik masyarakat untuk lebih peka, peduli, ramah, dan konstruktif terhadap lingkungan,” jelas Mu’ti.

Baca Juga:  Presiden Jokowi: Muhammadiyah Anugerah Allah SWT Bagi Bangsa Indonesia

“Keempat, bergabung advokasi publik untuk pelestarian alam dan lingkungan melalui undang-undang khususnya yang berkaitan dengan pertambangan, deforestasi, dan pemukiman yang dalam konteks Indonesia telah menjadi penyebab utama masalah alam dan lingkungan. Kelima, Muhammadiyah mendorong eksplorasi sumber energi alternatif seperti matahari, gelombang, dan angin untuk mengurangi dan menghemat konsumsi energi bahan bakar fosil,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah mengembangkan kemitraan dengan berbagai organisasi nasional dan internasional. Misalnya dengan International Network of Engaged Buddhism (INEB), Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan organisasi lainnya.

“Muhammadiyah menghimbau tanggung jawab global, tindakan, dan kerjasama untuk menyelamatkan dan memelihara alam untuk kelangsungan bumi, kemakmuran, dan keberlanjutan dunia,” pungkas Mu’ti.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

viral ustaz berdakwah sambil streaming mobile legends

Inovasi Keren, Ustaz Berdakwah Sambil Streaming Mobile Legends

Jakarta – Berdakwah atau mensyiarkan agama dan kebaikan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang paling …

MBS

Diangkat Jadi Perdana Menteri, MBS Penanggung Jawab Baru 2 Masjid Suci

Riyadh –Raja Salman telah mengangkat Putra Mahkota Muhammed Bin Salman (MBS) sebagai Perdana Menteri Arab …